PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur di bidang otomotif yang menjalankan berbagai proses produksi, meliputi casting, machining, welding, painting, press, dan assembly. Sebagai bagian dari komitmen terhadap peningkatan kualitas berkelanjutan, perusahaan secara konsisten melakukan upaya perbaikan proses. Berdasarkan data periode Oktober 2024 hingga Februari 2025, tercatat sebanyak 1.758 unit engine tipe E mengalami proses repair, dengan 967 unit atau 2.320 unit dalam 1 tahun diantaranya mengalami repair berulang (lebih dari satu kali). Kondisi ini menunjukkan adanya in-efisiensi proses perbaikan yang berdampak pada peningkatan biaya dan waktu produksi. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyebab utama terjadinya repair berulang adalah keterbatasan alat dalam proses diagnosis awal serta tidak adanya fasilitas pengujian (testing) engine setelah proses perbaikan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan perancangan dan implementasi engine bench test yang berfungsi sebagai alat bantu diagnosis dan pengujian pasca-repair. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan Eight Step Problem Solving yang dikombinasikan dengan analisis akar penyebab menggunakan konsep 4M+1E (man, machine, method, material, dan environment). Evaluasi hasil perbaikan dilakukan menggunakan indikator kinerja QCDSM (quality, cost, delivery, safety, dan morale). Hasil implementasi menunjukkan bahwa penggunaan engine bench test mampu menurunkan jumlah engine yang mengalami repair berulang sebesar 1.405 unit per tahun, sehingga meningkatkan efektivitas proses perbaikan dan kualitas hasil kerja secara keseluruhan.