Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS SENSITIVITAS DIAMETER TIANG PANCANG TERHADAP KAPASITAS DAN EFISIENSI DESAIN PONDASI BANGUNAN BERTINGKAT Eddy Wibowo; Finsensius Lalo
Technologic Vol 17 No 1 (2026): TECHNOLOGIC
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/technologic.v17i1.544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi diameter tiang pancang terhadap kapasitas dukung dan efisiensi desain pondasi pada bangunan bertingkat. Objek penelitian berupa pembangunan gedung perkantoran enam lantai milik BPR Bank Jombang Perseroda yang berlokasi di Jombang dengan kondisi tanah dominasi pasir berlanau dan lapisan tanah keras berada pada kedalaman lebih dari 10 meter. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui analisis data penyelidikan tanah berupa CPT serta hasil analisis struktur atas menggunakan STAAD.Pro. Kapasitas dukung tiang dihitung menggunakan metode Meyerhof berdasarkan komponen tahanan ujung dan tahanan gesekan selimut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan diameter tiang 0,4 meter menjadi 0,6 meter meningkatkan kapasitas ultimit tiang tunggal dari 407,163 ton menjadi 818,174 ton. Kapasitas izin meningkat dari 118,309 ton menjadi 246,606 ton, sedangkan jumlah tiang berkurang dari 4 menjadi 2 buah. Efisiensi kelompok tiang meningkat dari 75,8% menjadi 82,8% menunjukkan distribusi beban yang lebih efektif akibat berkurangnya interaksi antar tiang. Peningkatan kapasitas ini dipengaruhi oleh bertambahnya luas penampang ujung dan luas bidang gesek selimut yang meningkatkan kontribusi tahanan tanah. Meskipun diameter tiang lebih besar menyebabkan dimensi pile cap meningkat dari 2,00 x 2,00 m menjadi 3,50 x 1,50 m, kebutuhan tulangan pile cap menurun dari D19-100 menjadi D18-100 karena momen internal pada pile cap berkurang akibat jumlah tiang yang lebih sedikit. Berdasarkan hasil tersebut, penggunaan diameter tiang yang lebih besar memberikan alternatif desain pondasi yang lebih efisien pada kondisi tanah penelitian. Temuan ini berlaku pada tanah pasir berlanau dengan lapisan keras lebih dari 10 meter dan memerlukan evaluasi lanjutan untuk kondisi tanah lainnya.
Perencanaan Ulang Lapis Perkerasan pada Jalan Lingkungan Sekolah Finsensius Lalo; Eddy Wibowo
Jurnal Teknik Ilmu dan Aplikasi Vol. 7 No. 02 (2026): Jurnal Teknik Ilmu dan Aplikasi
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jtia.v7i02.10052

Abstract

Jalan kompleks sekolah merupakan suatu akses jalan internal yang letaknya berada didalam kawasan atau lingkungan sekolah yang berfungsi untuk mendukung mobilisasi warga lingkungan sekolah dan menunjang kegitan operasional sekolah tersebut. Lokasi untuk penelitian ini penulis memilih jalan pada area kompleks Surya Inspirasi School yang terletak di Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Lapisan perkerasan yang digunakan disekolah ini mengunakan lapisan perkerasan tipe komposit yaitu kombinasi atau gabungan dari tipe perkerasan kaku dan lentur, dimana lapisan bawah menggunakan tipe perkerasan kaku (beton bertulang) dan lapisan atas menggunakan tipe perkerasan lentur (Aspal). Untuk detail lapisan perkerasan yang digunakan pada jalan lingkungan Surya Inspirasi School dimana tebal plat beton bertulang adalah sebesar 150 mm, dan untuk tebal lapisan aspalnya sebesar 40 mm, sedangkan untuk penulangannya menggunakan wiremesh dengan ukuran wiremesh M8 – Single Layer. Mutu beton yang digunakan dalam proyek pembangunan jalan di Surya Inspirasi School ini menggunakan mutu beton fc’ 25 Mpa, dimana untuk lapisan tanah dasar ataupun timbunan tanah pada area jalan di lingkungan sekolah Surya Inspirasi School ini mempunyai tingkat kepadatan tanah atau CBR nya sebesar 6%. Dalam penelitian ini penulis akan melakukan perencanaan ulang untuk lapis perkerasan yang digunakan dalam lingkungan sekolah tersebut, dimana dalam perencanaan ulang ini penulis akan menggunakan tipe perkerasan kaku (Beton Bertulang) serta mutu beton yang digunakan sebesar fc’ = 20 Mpa dan mutu baja tulangan yang digunakan sebesar fy = 240 Mpa, alasan penulis menggunakan atau memilih spesifikasi material diatas adalah karena menurut pendapat penulis mutu beton dan mutu baja tulangan yang digunakan pada jalan di lingkungan sekolah tersebut lumayan tinggi mutunya apabila digunakan pada jalan yang berada di lingkungan sekolah. Hasil yang diperoleh dalam perencanaan ulang lapis perkerasan kaku (Beton Bertulang) ini dengan menggunakan Manual Desain Perkerasan Jalan 2024 diperoleh nilai tebal plat beton sebesar 170 mm, untuk hasil perhitungan tulangan memanjang diperoleh dimeter tulangan polos D12 mm dengan jarak tulangan memanjang sebesar 80 mm, sedangkan tulangan melintang hasil perhitungannya diperoleh diameter tulangan polos D12 mm dengan jarak tulangan melintang sebesar 500 mm.