Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi diameter tiang pancang terhadap kapasitas dukung dan efisiensi desain pondasi pada bangunan bertingkat. Objek penelitian berupa pembangunan gedung perkantoran enam lantai milik BPR Bank Jombang Perseroda yang berlokasi di Jombang dengan kondisi tanah dominasi pasir berlanau dan lapisan tanah keras berada pada kedalaman lebih dari 10 meter. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui analisis data penyelidikan tanah berupa CPT serta hasil analisis struktur atas menggunakan STAAD.Pro. Kapasitas dukung tiang dihitung menggunakan metode Meyerhof berdasarkan komponen tahanan ujung dan tahanan gesekan selimut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan diameter tiang 0,4 meter menjadi 0,6 meter meningkatkan kapasitas ultimit tiang tunggal dari 407,163 ton menjadi 818,174 ton. Kapasitas izin meningkat dari 118,309 ton menjadi 246,606 ton, sedangkan jumlah tiang berkurang dari 4 menjadi 2 buah. Efisiensi kelompok tiang meningkat dari 75,8% menjadi 82,8% menunjukkan distribusi beban yang lebih efektif akibat berkurangnya interaksi antar tiang. Peningkatan kapasitas ini dipengaruhi oleh bertambahnya luas penampang ujung dan luas bidang gesek selimut yang meningkatkan kontribusi tahanan tanah. Meskipun diameter tiang lebih besar menyebabkan dimensi pile cap meningkat dari 2,00 x 2,00 m menjadi 3,50 x 1,50 m, kebutuhan tulangan pile cap menurun dari D19-100 menjadi D18-100 karena momen internal pada pile cap berkurang akibat jumlah tiang yang lebih sedikit. Berdasarkan hasil tersebut, penggunaan diameter tiang yang lebih besar memberikan alternatif desain pondasi yang lebih efisien pada kondisi tanah penelitian. Temuan ini berlaku pada tanah pasir berlanau dengan lapisan keras lebih dari 10 meter dan memerlukan evaluasi lanjutan untuk kondisi tanah lainnya.
Copyrights © 2026