Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola tidur terhadap konsentrasi belajar siswa kelas XI SMAS Katolik Tri Sakti Medan. Tidur yang cukup dan berkualitas diyakini mendukung fungsi kognitif dan konsentrasi belajar, namun penggunaan gadget yang berlebihan serta tekanan akademik telah mengganggu pola tidur remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan 16 responden yang dipilih melalui teknik Cluster Random Sampling dari populasi 30 siswa kelas XI. Data dikumpulkan menggunakan angket tertutup skala Likert empat poin melalui Google Form, mencakup variabel pola tidur (X) dan konsentrasi belajar (Y). Data dianalisis menggunakan Corrected Item-Total Correlation untuk uji validitas, Cronbach's Alpha untuk uji reliabilitas, uji Shapiro-Wilk untuk normalitas, uji Levene untuk homogenitas, serta korelasi Pearson dan regresi linear sederhana untuk uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan pola tidur siswa berada pada kategori cukup baik (66,7%) sementara konsentrasi belajar berada pada kategori baik (80,9%). Namun, uji statistik tidak menemukan hubungan yang signifikan antara pola tidur dengan konsentrasi belajar (r = -0,026, Sig. = 0,924, R² = 0,001), sehingga H0 diterima. Temuan ini diduga dipengaruhi oleh keterbatasan jumlah sampel, rendahnya proporsi butir valid pada instrumen pola tidur, serta rendahnya variasi skor konsentrasi belajar antar responden. Penelitian ini menyarankan agar kebiasaan tidur sehat tetap dibiasakan pada siswa, sementara penelitian selanjutnya menggunakan sampel yang lebih besar dan instrumen yang lebih teruji.