Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Perilaku Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Aspek Sanitasi Lingkungan di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir Ali Harokan Harokan; Dianita Ekawati; Lilis Suryani; Gema Asiani
Indo Green Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Green 2024
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v2i2.531

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) tetap menjadi ancaman endemik di wilayah pedesaan Sumatera Selatan, termasuk Kabupaten Ogan Ilir. Puskesmas Pegayut mencatat 127 kasus DBD sepanjang tahun 2023, meningkat 34,0% dibandingkan tahun sebelumnya. Tingginya kasus ini tidak terlepas dari kondisi sanitasi lingkungan dan perilaku pencegahan masyarakat yang belum optimal. Tujuan penelitian ini Adalah untuk menganalisis perilaku pencegahan DBD pada aspek sanitasi lingkungan dan faktor-faktor yang berhubungan dengannya di wilayah kerja Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir tahun 2024. Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dilaksanakan pada tanggal 20 Februari-10 Maret 2024. Sampel berjumlah 112 kepala keluarga yang dipilih dengan simple random sampling. Variabel yang diteliti meliputi pengetahuan, sikap, ketersediaan sarana sanitasi, peran petugas kesehatan, dan keterpaparan informasi. Analisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 55,4% responden berperilaku pencegahan DBD yang kurang baik. Faktor yang berhubungan bermakna adalah pengetahuan (p=0,000; OR=6,14), ketersediaan sarana sanitasi (p=0,001; OR=4,73), peran petugas kesehatan (p=0,002; OR=4,21), sikap (p=0,004; OR=3,87), dan keterpaparan informasi (p=0,009; OR=3,12). Analisis multivariat menunjukkan pengetahuan sebagai faktor dominan (ORa=5,02; 95%CI: 2,11–11,96). Simpulan: Perilaku pencegahan DBD pada aspek sanitasi lingkungan di wilayah Puskesmas Pegayut masih perlu ditingkatkan secara substansial. Program edukasi berbasis komunitas yang memperkuat pengetahuan warga dan didukung oleh peran aktif petugas kesehatan merupakan strategi intervensi yang paling menjanjikan.
Analisis Perilaku Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Aspek Sanitasi Lingkungan di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir Ali Harokan Harokan; Dianita Ekawati; Lilis Suryani; Gema Asiani
Indo Green Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Green 2024
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v2i2.531

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) tetap menjadi ancaman endemik di wilayah pedesaan Sumatera Selatan, termasuk Kabupaten Ogan Ilir. Puskesmas Pegayut mencatat 127 kasus DBD sepanjang tahun 2023, meningkat 34,0% dibandingkan tahun sebelumnya. Tingginya kasus ini tidak terlepas dari kondisi sanitasi lingkungan dan perilaku pencegahan masyarakat yang belum optimal. Tujuan penelitian ini Adalah untuk menganalisis perilaku pencegahan DBD pada aspek sanitasi lingkungan dan faktor-faktor yang berhubungan dengannya di wilayah kerja Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir tahun 2024. Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dilaksanakan pada tanggal 20 Februari-10 Maret 2024. Sampel berjumlah 112 kepala keluarga yang dipilih dengan simple random sampling. Variabel yang diteliti meliputi pengetahuan, sikap, ketersediaan sarana sanitasi, peran petugas kesehatan, dan keterpaparan informasi. Analisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 55,4% responden berperilaku pencegahan DBD yang kurang baik. Faktor yang berhubungan bermakna adalah pengetahuan (p=0,000; OR=6,14), ketersediaan sarana sanitasi (p=0,001; OR=4,73), peran petugas kesehatan (p=0,002; OR=4,21), sikap (p=0,004; OR=3,87), dan keterpaparan informasi (p=0,009; OR=3,12). Analisis multivariat menunjukkan pengetahuan sebagai faktor dominan (ORa=5,02; 95%CI: 2,11–11,96). Simpulan: Perilaku pencegahan DBD pada aspek sanitasi lingkungan di wilayah Puskesmas Pegayut masih perlu ditingkatkan secara substansial. Program edukasi berbasis komunitas yang memperkuat pengetahuan warga dan didukung oleh peran aktif petugas kesehatan merupakan strategi intervensi yang paling menjanjikan.