Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Modul Digital Terintegrasi Karakter Sub Tema Jenis-Jenis Pekerjaan Untuk Siswa Kelas Iv Sekolah Dasar Zahratul - Ula; Hartati Hartati
JURNAL EDUKASI EL-IBTIDA'I SOPHIA Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jeis.v5i1.4977

Abstract

Perang Cumbok yang berlangsung di Aceh pada tahun 1945–1946 merupakan salah satu peristiwa penting yang menandai perubahan besar dalam kehidupan sosial dan politik masyarakat Aceh setelah kemerdekaan Indonesia. Konflik ini berawal dari ketegangan yang telah lama berkembang antara uleebalang sebagai kelompok bangsawan tradisional dan ulama sebagai pemimpin agama, yang diperkuat oleh kebijakan kolonial Belanda melalui strategi politik Snouck Hurgronje yang memisahkan pengaruh kedua kelompok tersebut. Selain faktor historis, kondisi geografis, sosial, dan politik turut memperbesar pertentangan sehingga memunculkan konflik terbuka. Perang Cumbok mencapai puncaknya pada akhir tahun 1945 hingga awal tahun 1946 dan berakhir dengan kemenangan pihak ulama yang berhasil mengakhiri dominasi uleebalang dalam struktur kekuasaan Aceh. Kemenangan tersebut tidak hanya mengubah konfigurasi politik lokal, tetapi juga memicu terjadinya revolusi sosial yang membawa perubahan mendasar dalam tatanan masyarakat. Selama konflik berlangsung, masyarakat Aceh terpecah dalam dukungan terhadap kedua kelompok sehingga menimbulkan ketidakstabilan sosial dan keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji latar belakang, dinamika, dan dampak Perang Cumbok terhadap revolusi sosial serta perkembangan ekonomi, politik, dan sistem pemerintahan di Aceh. Hasil kajian menunjukkan bahwa Perang Cumbok menjadi titik balik sejarah yang menandai peralihan kekuasaan dari uleebalang kepada ulama serta membentuk arah perkembangan sosial-politik Aceh pada masa berikutnya