Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berkontribusi besar terhadap penyakit kardiovaskular, stroke, gagal ginjal kronis, dan kematian dini. Meskipun berbagai upaya pengendalian telah dilakukan, capaian pelayanan hipertensi sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) di fasilitas kesehatan primer masih belum optimal. Pada tahun 2025, cakupan pelayanan hipertensi di UPT Puskesmas Sapta Taruna Kota Pekanbaru baru mencapai 76,7% dari target SPM sebesar 100%. Penelitian ini bertujuan menganalisis hambatan pencapaian cakupan pelayanan hipertensi di UPT Puskesmas Sapta Taruna tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen pada 8–25 Juni 2026. Informan dipilih secara purposive dan terdiri atas kepala puskesmas, penanggung jawab program hipertensi/Penyakit Tidak Menular (PTM), dokter, kader Posbindu PTM, dan pasien hipertensi. Analisis data dilakukan secara iteratif melalui reduksi data, kategorisasi berdasarkan Fishbone 6M, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengidentifikasi lima hambatan utama, yaitu keterbatasan sumber daya manusia, belum optimalnya pelaksanaan pelayanan dan penjangkauan sasaran, keterbatasan sarana-prasarana dan media pendukung, terbatasnya pendanaan kegiatan luar gedung, serta tata kelola program yang belum optimal. Hambatan tersebut memengaruhi pelaksanaan skrining, tindak lanjut, pelayanan obat, home visit, pencatatan, dan koordinasi lintas program. Diperlukan penguatan sumber daya, pembiayaan, sarana-prasarana, optimalisasi home visit, serta koordinasi lintas program untuk meningkatkan cakupan pelayanan hipertensi sesuai standar.