Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Epidemiologi Outbreak Campak Tahun 2025 di Puskesmas Sapta Taruna Pekanbaru Ninna Apriani; Oktavia Dewi; Firdaus Riza
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.552

Abstract

Measles remains a major public health concern, particularly in areas with inadequate immunization coverage. In 2025, a measles outbreak occurred in the working area of Sapta Taruna Primary Health Center, Pekanbaru. To describe the epidemiological characteristics of the outbreak by person, place, and time and to identify contributing risk factors. A descriptive outbreak investigation was conducted on 33 reported measles cases from January 2025 to February 2026. Data were collected from surveillance records, interviews, and field observations and analyzed descriptively. A total of 33 measles cases were identified with no deaths (CFR=0%). Most cases occurred among children aged 1–4 years (60.6%), and 69.7% had never received measles-rubella vaccination. Cases were concentrated in Tangkerang Labuai and Tangkerang Utara, showing a propagated outbreak pattern with a peak in October–November 2025. The outbreak was associated with low immunization coverage and increased exposure among susceptible populations. Strengthening routine immunization, early surveillance, and community education is essential to prevent future outbreaks.
Analisis Epidemiologi Outbreak Campak Tahun 2025 di Puskesmas Sapta Taruna Pekanbaru Ninna Apriani; Oktavia Dewi; Firdaus Riza
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.552

Abstract

Measles remains a major public health concern, particularly in areas with inadequate immunization coverage. In 2025, a measles outbreak occurred in the working area of Sapta Taruna Primary Health Center, Pekanbaru. To describe the epidemiological characteristics of the outbreak by person, place, and time and to identify contributing risk factors. A descriptive outbreak investigation was conducted on 33 reported measles cases from January 2025 to February 2026. Data were collected from surveillance records, interviews, and field observations and analyzed descriptively. A total of 33 measles cases were identified with no deaths (CFR=0%). Most cases occurred among children aged 1–4 years (60.6%), and 69.7% had never received measles-rubella vaccination. Cases were concentrated in Tangkerang Labuai and Tangkerang Utara, showing a propagated outbreak pattern with a peak in October–November 2025. The outbreak was associated with low immunization coverage and increased exposure among susceptible populations. Strengthening routine immunization, early surveillance, and community education is essential to prevent future outbreaks.
Hambatan Pencapaian Cakupan Pelayanan Hipertensi Di UPT Puskesmas Taruna Kota Pekanbaru: Studi Kualitatif Implementasi Program Ninna Apriani; Yuhendri Yuhendri; Oktavia Dewi
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 4 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i4.1118

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berkontribusi besar terhadap penyakit kardiovaskular, stroke, gagal ginjal kronis, dan kematian dini. Meskipun berbagai upaya pengendalian telah dilakukan, capaian pelayanan hipertensi sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) di fasilitas kesehatan primer masih belum optimal. Pada tahun 2025, cakupan pelayanan hipertensi di UPT Puskesmas Sapta Taruna Kota Pekanbaru baru mencapai 76,7% dari target SPM sebesar 100%. Penelitian ini bertujuan menganalisis hambatan pencapaian cakupan pelayanan hipertensi di UPT Puskesmas Sapta Taruna tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen pada 8–25 Juni 2026. Informan dipilih secara purposive dan terdiri atas kepala puskesmas, penanggung jawab program hipertensi/Penyakit Tidak Menular (PTM), dokter, kader Posbindu PTM, dan pasien hipertensi. Analisis data dilakukan secara iteratif melalui reduksi data, kategorisasi berdasarkan Fishbone 6M, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengidentifikasi lima hambatan utama, yaitu keterbatasan sumber daya manusia, belum optimalnya pelaksanaan pelayanan dan penjangkauan sasaran, keterbatasan sarana-prasarana dan media pendukung, terbatasnya pendanaan kegiatan luar gedung, serta tata kelola program yang belum optimal. Hambatan tersebut memengaruhi pelaksanaan skrining, tindak lanjut, pelayanan obat, home visit, pencatatan, dan koordinasi lintas program. Diperlukan penguatan sumber daya, pembiayaan, sarana-prasarana, optimalisasi home visit, serta koordinasi lintas program untuk meningkatkan cakupan pelayanan hipertensi sesuai standar.