Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V SD Negeri II Tomohon melalui penerapan model pembelajaran Direct Instruction. Masalah utama dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berbicara siswa di mana dari 23 peserta didik, hanya 5 orang sebesar 22% yang mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), sedangkan 18 peserta didik sebesar 78% belum mencapai ketuntasan dari target klasikal 75%. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) modifikasi model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas 2 siklus, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri II Tomohon dengan jumlah 23 siswa yang terdiri atas 13 siswa laki-laki dan 10 siswa Perempuan.Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi aktivitas guru dan peserta didik serta tes unjuk kerja keterampilan berbicara yang mencakup 7 aspek: lafal, kelancaran, jeda, kejelasan suara, intonasi, bahasa tubuh, dan kontak mata. Hasil penelitian membuktikan bahwa hasil rata-rata keterampilan berbicara peserta didik pada siklus I sebesar 68,48 dengan ketuntasan klasikal 52,17% dari 12 siswa tuntas. Setelah dilakukan perbaikan tindakan, pada siklus II nilai rata-rata meningkat signifikan menjadi 91,09 dengan ketuntasan klasikal mencapai 91,30% dari 21 siswa tuntas. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Direct Instruction efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V dalam proses belajar-mengajar.