Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia di Kelas IV SD Katolik St. Joseph Sarongsong Meske Margaretha Maay; Mersty Elisabeth Rindengan; Non Norma Monigir
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 3 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i3.4330

Abstract

Tujuan studi ini adalah untuk mempergunakan paradigma PBL pada kelas Bahasa Indonesia di SD Katolik St. Joseph Sarongsong dalam upaya memaksimalkan hasil belajar siswa kelas IV pada topik penentuan karakter cerita. Secara khusus, PTK digunakan, sebuah proses dua siklus yang meliputi langkah-langkah berikut: persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi. 13 siswa kelas IV, 7 laki-laki dan 6 perempuan, dari SD Katolik St. Joseph Sarongsong berpartisipasi dalam studi ini. Analisis persentase kelengkapan klasik digunakan untuk analisis data, sementara observasi dan peralatan uji digunakan untuk pengumpulan data. Temuan studi ini mendukung gagasan bahwa pendekatan PBL bisa memaksimalkan prestasi siswa. Tingkat kelengkapan pembelajaran klasik pada domain kognitif adalah 38,46% di siklus I, kurang dari standar kelengkapan yang ditetapkan; namun, meningkat menjadi 92,30% di siklus II, memenuhi atau melebihi harapan. Sikap siswa Siklus II meningkat menjadi ideal di bidang emosional, tetapi sikap siswa Siklus I tetap di bawah standar. Persentase siswa yang menampilkan peningkatan keterampilan psikomotorik mereka meningkat dari 60,89 % menjadi 83,33% di siklus II. Jadi, dapat dikatakan jika implementtasi model PBL bisa memaksimalkan hasil belajar siswa di pelajaran Bahasa Indonesia materi menentukan tokoh cerita di SD Katolik St. Joseph Sarongsong kelas IV.
Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi Melalui Penerapan Project Based Learning Pada Siswa Kelas V SD Negeri 1 Tataaran Julia Tangkilisan; Non Norma Monigir; Widdy H.F Rorimpandey
Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Amin Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : STAI AL-AMIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54723/ejpgmi.v5i1.638

Abstract

This study aims to improve poetry writing skills through the implementation of the Project Based Learning model for fifth-grade students at SD Negeri 1 Tataaran. Based on the results of the initial observations conducted by the researcher, it was found that the students’ poetry writing skills were still low. Out of 24 students, only 5 students or 20.83% achieved learning mastery, while 19 students or 79.17% had not yet achieved mastery.The research method used was Classroom Action Research (CAR), which was conducted in two cycles. This research was carried out through four stages: the planning stage, which involved preparing learning tools, determining project themes, and designing project-based learning activities; the implementation stage, which involved applying the Project Based Learning model in poetry writing activities; the observation stage, which involved observing teacher and student activities during the learning process; and the reflection stage, which involved evaluating the learning outcomes to improve weaknesses in the next cycle. The subjects of this study were 24 fifth-grade students at SD Negeri 1 Tataaran. Data collection techniques were conducted through observations of teacher and student activities as well as poetry writing skill tests. The data analysis technique used was descriptive quantitative analysis. The results of the study showed that in Cycle I, the average student score reached 70 with a learning mastery level of 54.16%. After improvements were made in Cycle II through more intensive guidance, strengthening students’ understanding of the elements of poetry, and increasing student participation in project activities, the average student score increased to 88.96, showing an improvement of 18.96 points or 27.08%. The learning mastery level also increased from 54.16% to 91.66%, showing an improvement of 37.5%. In addition, teacher and student activities during the learning process also improved and reached a very good category. Based on the results of the study, it can be concluded that the implementation of the Project Based Learning model was effective in improving the poetry writing skills of fifth-grade students at SD Negeri 1 Tataaran.
Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Cerita Pendek (Cerpen) Siswa Kelas V SD Inpres Kakaskasen Tiga Jihan Fauzia Mokodompit; Non Norma Monigir; Deysti Trifena Tarusu
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek (cerpen) siswa kelas V SD Inpres Kakaskasen Tiga melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, yaitu menyusun perangkat pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan proyek; tahap pelaksanaan tindakan, yaitu menerapkan model Project Based Learning dalam proses pembelajaran; tahap observasi, yaitu mengamati aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran berlangsung; serta tahap refleksi, yaitu mengevaluasi hasil pelaksanaan tindakan untuk menentukan perbaikan pada siklus berikutnya. Subjek penelitian ini adalah 12 siswa kelas V SD Inpres Kakaskasen Tiga. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa. Pada siklus I diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 70,41 dengan tingkat ketuntasan belajar sebesar 41,66%. Aktivitas siswa pada siklus I memperoleh persentase sebesar 60,29% dengan kategori cukup, sedangkan aktivitas guru memperoleh persentase sebesar 66,66% dengan kategori baik. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 87,5 sehingga mengalami peningkatan sebesar 17,09 poin atau 24,27%. Tingkat ketuntasan belajar meningkat dari 41,66% menjadi 91,66% sehingga mengalami peningkatan sebesar 50%. Aktivitas siswa meningkat dari 60,29% menjadi 88,23% atau meningkat sebesar 27,94%, sedangkan aktivitas guru meningkat dari 66,66% menjadi 91,66% atau meningkat sebesar 25%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek siswa kelas V SD Inpres Kakaskasen Tiga.
Penerapan Metode Pembelajaran Steinberg untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Nyaring Siswa Kelas III SD GMIM Pinabetengan Hanoyth Listra Pasuang; Non Norma Monigir; Maxie A.J Liando
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode pembelajaran Steinberg dalam meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa kelas III SD GMIM Pinabetengan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan membaca siswa, baik dari aspek kelancaran, ketepatan pelafalan kata, maupun keberanian (kepercayaan diri) saat membaca di depan kelas karena pola pengajaran sebelumnya yang cenderung konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari siswa kelas III, guru wali kelas, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan secara komprehensif melalui tiga instrumen utama, yaitu observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran Steinberg yang dilakukan melalui empat tahapan inti yaitu pengenalan kata bermakna dengan bantuan gambar konkrit, identifikasi kata mandiri tanpa gambar, pembacaan frasa atau kalimat sederhana, dan membaca wacana secara nyata mampu meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa. Setelah pelaksanaan tindakan, siswa menjadi jauh lebih aktif, antusias, dan menunjukkan peningkatan signifikan pada kelancaran serta ketepatan intonasi membaca. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran Steinberg efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa sekolah dasar.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia di Kelas Iv SD GMIM Tondangow Afriani Tabo; Non Norma Monigir; Steven Mendey
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.346

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendongkrak pencapaian akademik siswa kelas IV SD GMIM Tondangow dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan memanfaatkan Model Problem Based Learning (PBL). Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mengacu pada bagan Kemmis & McTaggart, yang prosesnya berjalan melalui empat tingkatan utama yaitu merancang tindakan, menjalankan aksi, mengamati jalannya proses, hingga mengevaluasi hasil yang didapat. Kegiatan riset ini melibatkan 12 siswa sebagai subjek utama dan dilaksanakan sepanjang dua tahapan siklus, di mana informasi dikumpulkan lewat pengamatan langsung terhadap aktivitas guru maupun siswa di kelas sekaligus melihat perolehan angka ujian mereka. Semua data yang masuk kemudian diperiksa secara berkala dengan cara menyejajarkan nilai siswa dari siklus pertama ke siklus berikutnya guna mengukur seberapa besar tingkat keberhasilan dari strategi mengajar yang baru ini. Temuan di lapangan membuktikan bahwa model pembelajaran berbasis masalah ini benar-benar efektif mengoptimalkan kompetensi akademik siswa pada materi pembeda kalimat transitif dan intransitif dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Buktinya, persentase kelulusan siswa pada siklus I baru menyentuh angka 41,66% yang berarti sudah ada kemajuan dari kondisi sebelum diteliti, tetapi angka itu ternyata belum sanggup melewati ambang batas Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang dipatok pada angka 75%. Berkaca dari kekurangan tersebut, peneliti segera membenahi sistem pengajaran pada siklus II sehingga tingkat kelulusan melonjak tajam hingga menyentuh 91,66% dan sukses melampaui target KKTP yang sudah ditentukan sebelumnya. Melalui hasil akhir ini, dapat ditarik sebuah kesimpulan konkret bahwa model Problem Based Learning mampu menaikkan mutu hasil belajar Bahasa Indonesia bagi siswa kelas IV SD GMIM Tondangow. Bukan hanya sekadar memperbaiki perolehan nilai akademik saja, melainkan implementasi model PBL ini terbukti ampuh merangsang partisipasi nyata siswa di kelas, menajamkan cara berpikir kritis mereka, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab yang tinggi selama mereka mengikuti proses pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah.
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (Pjbl) Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi di Kelas III SD Katolik St. Theresia Passo Seila Thita Welang; Non Norma Monigir; Magdalena J. Kaunang
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas III SD Katolik St. Theresia Passo. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pada tahap perencanaan, peneliti menyusun perangkat pembelajaran, menentukan materi, menyiapkan proyek menulis puisi, serta menyusun instrumen penelitian. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan menerapkan model Project Based Learning (PjBL) melalui kegiatan pembelajaran yang berpusat pada proyek penulisan puisi. Pada tahap observasi, peneliti mengamati aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran serta mengumpulkan data hasil belajar siswa. Selanjutnya, tahap refleksi dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan tindakan dan merencanakan perbaikan pada siklus berikutnya. Subjek penelitian berjumlah 9 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Analisis data untuk hasil tes menggunakan rumus ketuntasan belajar klasikal sedangkan pada hasil observasi siswa dan guru menggunakan rumus presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa pada ranah psikomotorik yang diukur melalui hasil proyek. Pada siklus I, keterampilan menulis puisi siswa mencapai 66,66%. Setelah dilakukan perbaikan berdasarkan hasil refleksi, pada siklus II keterampilan menulis puisi siswa meningkat menjadi 100%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas III SD Katolik St. Theresia Passo.
Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Cerita Pendek (Cerpen) Siswa Kelas V SD Inpres Kakaskasen Tiga Jihan Fauzia Mokodompit; Non Norma Monigir; Deysti Trifena Tarusu
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek (cerpen) siswa kelas V SD Inpres Kakaskasen Tiga melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, yaitu menyusun perangkat pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan proyek; tahap pelaksanaan tindakan, yaitu menerapkan model Project Based Learning dalam proses pembelajaran; tahap observasi, yaitu mengamati aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran berlangsung; serta tahap refleksi, yaitu mengevaluasi hasil pelaksanaan tindakan untuk menentukan perbaikan pada siklus berikutnya. Subjek penelitian ini adalah 12 siswa kelas V SD Inpres Kakaskasen Tiga. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa. Pada siklus I diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 70,41 dengan tingkat ketuntasan belajar sebesar 41,66%. Aktivitas siswa pada siklus I memperoleh persentase sebesar 60,29% dengan kategori cukup, sedangkan aktivitas guru memperoleh persentase sebesar 66,66% dengan kategori baik. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 87,5 sehingga mengalami peningkatan sebesar 17,09 poin atau 24,27%. Tingkat ketuntasan belajar meningkat dari 41,66% menjadi 91,66% sehingga mengalami peningkatan sebesar 50%. Aktivitas siswa meningkat dari 60,29% menjadi 88,23% atau meningkat sebesar 27,94%, sedangkan aktivitas guru meningkat dari 66,66% menjadi 91,66% atau meningkat sebesar 25%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek siswa kelas V SD Inpres Kakaskasen Tiga.
Penerapan Metode Pembelajaran Steinberg untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Nyaring Siswa Kelas III SD GMIM Pinabetengan Hanoyth Listra Pasuang; Non Norma Monigir; Maxie A.J Liando
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode pembelajaran Steinberg dalam meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa kelas III SD GMIM Pinabetengan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan membaca siswa, baik dari aspek kelancaran, ketepatan pelafalan kata, maupun keberanian (kepercayaan diri) saat membaca di depan kelas karena pola pengajaran sebelumnya yang cenderung konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari siswa kelas III, guru wali kelas, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan secara komprehensif melalui tiga instrumen utama, yaitu observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran Steinberg yang dilakukan melalui empat tahapan inti yaitu pengenalan kata bermakna dengan bantuan gambar konkrit, identifikasi kata mandiri tanpa gambar, pembacaan frasa atau kalimat sederhana, dan membaca wacana secara nyata mampu meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa. Setelah pelaksanaan tindakan, siswa menjadi jauh lebih aktif, antusias, dan menunjukkan peningkatan signifikan pada kelancaran serta ketepatan intonasi membaca. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran Steinberg efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa sekolah dasar.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia di Kelas Iv SD GMIM Tondangow Afriani Tabo; Non Norma Monigir; Steven Mendey
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.346

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendongkrak pencapaian akademik siswa kelas IV SD GMIM Tondangow dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan memanfaatkan Model Problem Based Learning (PBL). Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mengacu pada bagan Kemmis & McTaggart, yang prosesnya berjalan melalui empat tingkatan utama yaitu merancang tindakan, menjalankan aksi, mengamati jalannya proses, hingga mengevaluasi hasil yang didapat. Kegiatan riset ini melibatkan 12 siswa sebagai subjek utama dan dilaksanakan sepanjang dua tahapan siklus, di mana informasi dikumpulkan lewat pengamatan langsung terhadap aktivitas guru maupun siswa di kelas sekaligus melihat perolehan angka ujian mereka. Semua data yang masuk kemudian diperiksa secara berkala dengan cara menyejajarkan nilai siswa dari siklus pertama ke siklus berikutnya guna mengukur seberapa besar tingkat keberhasilan dari strategi mengajar yang baru ini. Temuan di lapangan membuktikan bahwa model pembelajaran berbasis masalah ini benar-benar efektif mengoptimalkan kompetensi akademik siswa pada materi pembeda kalimat transitif dan intransitif dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Buktinya, persentase kelulusan siswa pada siklus I baru menyentuh angka 41,66% yang berarti sudah ada kemajuan dari kondisi sebelum diteliti, tetapi angka itu ternyata belum sanggup melewati ambang batas Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang dipatok pada angka 75%. Berkaca dari kekurangan tersebut, peneliti segera membenahi sistem pengajaran pada siklus II sehingga tingkat kelulusan melonjak tajam hingga menyentuh 91,66% dan sukses melampaui target KKTP yang sudah ditentukan sebelumnya. Melalui hasil akhir ini, dapat ditarik sebuah kesimpulan konkret bahwa model Problem Based Learning mampu menaikkan mutu hasil belajar Bahasa Indonesia bagi siswa kelas IV SD GMIM Tondangow. Bukan hanya sekadar memperbaiki perolehan nilai akademik saja, melainkan implementasi model PBL ini terbukti ampuh merangsang partisipasi nyata siswa di kelas, menajamkan cara berpikir kritis mereka, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab yang tinggi selama mereka mengikuti proses pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah.
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (Pjbl) Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi di Kelas III SD Katolik St. Theresia Passo Seila Thita Welang; Non Norma Monigir; Magdalena J. Kaunang
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas III SD Katolik St. Theresia Passo. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pada tahap perencanaan, peneliti menyusun perangkat pembelajaran, menentukan materi, menyiapkan proyek menulis puisi, serta menyusun instrumen penelitian. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan menerapkan model Project Based Learning (PjBL) melalui kegiatan pembelajaran yang berpusat pada proyek penulisan puisi. Pada tahap observasi, peneliti mengamati aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran serta mengumpulkan data hasil belajar siswa. Selanjutnya, tahap refleksi dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan tindakan dan merencanakan perbaikan pada siklus berikutnya. Subjek penelitian berjumlah 9 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Analisis data untuk hasil tes menggunakan rumus ketuntasan belajar klasikal sedangkan pada hasil observasi siswa dan guru menggunakan rumus presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa pada ranah psikomotorik yang diukur melalui hasil proyek. Pada siklus I, keterampilan menulis puisi siswa mencapai 66,66%. Setelah dilakukan perbaikan berdasarkan hasil refleksi, pada siklus II keterampilan menulis puisi siswa meningkat menjadi 100%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas III SD Katolik St. Theresia Passo.