Hosea Alessandro Santoso
Universitas Katolik Darma Cendika

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DIVERSIFIKASI PRODUK JAMUR KRISPI PADA PETANI KUMBUNG JAMUR TIRAM Stefanus Prabani Setio; Maria Widyastuti; Nicholas Joe Mathew; Marcella Intan Kirana; Hosea Alessandro Santoso
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.188

Abstract

Jamur Tiram merupakan tanaman yang dikembangkan oleh petani kumbung jamur yang di lakukan dalam ruangan. Petani kumbung jamur biasanya memanfaatkan ruangan yang dimiliki agar bermanfaat untuk kegiatan ekonomi. Hasil dari jamur Tiram tersebut secara ekonomis dapat dijual dan memiliki harga yang cukup bagus terjangkau masyarakat dan keuntungan bagi petani juga bagus. Pembudidayaan jamur Tiram ini tidak terlalu rumit karena hanya membutuhkan ruang dengan kelembaban yang sesuai dan temperature udara ruang yang stabil sesuai kebutuhan.  Dari segi penjualan, jamur Tiram ini tergolong mudah dipasarkan karena dapat diolah sebagai bahan makanan sayur, serta olahan cemilan lain sesuai kreatifitas yang memasak. Namun ada kalanya penjualan jamur Tiram tersebut di pasar atau bakul sayur yang mangkal atau kelilingan mengalami kelesuan sehingga jamur yang dibawa tidak terjual habis. Kebun Asri Agro (KeAGro) jalan Patiunus, Semarang yang telah melakukan budidaya jamur dan menjualnya ke pasar dan bakul sayur dengan system titip jual.  Jika mengalami kelesuan penjualan, maka ada beberapa bungkus jamur yang tidak terjual dan kembali ke KeAGro. Dalam kondisi normal, panen jamur dapat terjual. Sedangkan pada masa sepi akan terjadi penumpukan jamur Tiram yang tidak terjual. Mengantisipasi jumlah panen yang melimpah serta tidak terjualnya, maka dilakukan diversifikasi produk dengan memproses jamur Tiram menjadi produk olahan menjadi Jamur Krispi. Produk tersebut menjadi alternative bagi KeAGro untuk dapat memproses lebih lanjut jamur Tiram yang dibudidayakan agar lebih bermanfaat dan memiliki nilai tambah ekonomi bagi KeAGro. Hasil pendampingan yang kami lakukan dengan memproses jamur krispi memberikan manfaat dan peningkatan nilai ekonomi bagi KeAGro.  Peningkatan nilai tambah ekonomi tersebut setalah dilakukan pendampingan berkisar 30%. Peningkatan terebut sesungguhnya bukan target utama, namun yang menjadi tujuan adalah memberikan peluang usaha baru yang dari hasil panen budidaya jamur Tiram.