Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar ilmu pengetahuan alam dan sosial (IPAS) pada materi rantai makanan melalui penerapan model problem based learning dikelas V SD Gmim I Tompaso . Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik yang belum memahami kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran ( KKTP ) yang telah ditetapkan sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan model mc taggart yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini terdiri atas 15 peserta didik kelas V SD Gmim I Tompaso. Teknik pengumpulan data melalui , observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi sedanngkan analisis data menggunakan persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model problem based learning dalam pembelajaran memberikan peningkatan terhadap hasil belajar peserta didik. Pada siklus I, persentase hasil belajar mencapai 64,66 % , sedangkan pada siklus II mencapai 83% . Jumlah peserta didik yang mencapi ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan yang signifikan, disertai dengan keaktifan peeserta didik yang lebih baik selama proses pembelajaran. Dengan demikian, model pbl terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar ipas pada materi rantai makanan di Kelas V SD Gmim I tompaso.