Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Modul Ajar Teks Berita Untuk Pelajaran Bahasa Indonesia Temu Temu; Juaidah Agustina; Masnunah Masnunah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.611

Abstract

Pembelajaran teks berita di SMP menuntut peserta didik mampu memahami fakta, menyusun informasi, serta menulis berita secara runtut dan bertanggung jawab. Namun, hasil analisis awal di SMP Negeri 2 Palembang menunjukkan bahwa bahan ajar yang digunakan masih terbatas pada buku paket dan belum sepenuhnya memandu siswa melakukan praktik jurnalistik sederhana. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul ajar teks berita untuk pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VIII serta mendeskripsikan tingkat kevalidan, kepraktisan, dan kebermanfaatannya. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang meliputi Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian adalah guru Bahasa Indonesia dan siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Palembang, sedangkan objek penelitian berupa modul ajar teks berita. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket kebutuhan, lembar validasi ahli, angket respons pengguna, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa kebutuhan guru terhadap modul mencapai 96% dan kebutuhan siswa menunjukkan kecenderungan positif. Validasi ahli materi memperoleh 85% (sangat valid), ahli bahasa 80% (valid), dan ahli media/desain 85% (sangat valid). Uji kepraktisan menunjukkan respons siswa kelas VIII.1 sebesar 92% dan VIII.2 sebesar 89,75%, keduanya berkategori sangat praktis. Dengan demikian, modul ajar teks berita layak digunakan sebagai bahan ajar pendamping pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP, dengan catatan efektivitas belajar perlu diperkuat melalui data pretest-posttest yang lebih lengkap.
Pengembangan Modul Ajar Teks Berita Untuk Pelajaran Bahasa Indonesia Temu Temu; Juaidah Agustina; Masnunah Masnunah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.611

Abstract

Pembelajaran teks berita di SMP menuntut peserta didik mampu memahami fakta, menyusun informasi, serta menulis berita secara runtut dan bertanggung jawab. Namun, hasil analisis awal di SMP Negeri 2 Palembang menunjukkan bahwa bahan ajar yang digunakan masih terbatas pada buku paket dan belum sepenuhnya memandu siswa melakukan praktik jurnalistik sederhana. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul ajar teks berita untuk pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VIII serta mendeskripsikan tingkat kevalidan, kepraktisan, dan kebermanfaatannya. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang meliputi Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian adalah guru Bahasa Indonesia dan siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Palembang, sedangkan objek penelitian berupa modul ajar teks berita. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket kebutuhan, lembar validasi ahli, angket respons pengguna, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa kebutuhan guru terhadap modul mencapai 96% dan kebutuhan siswa menunjukkan kecenderungan positif. Validasi ahli materi memperoleh 85% (sangat valid), ahli bahasa 80% (valid), dan ahli media/desain 85% (sangat valid). Uji kepraktisan menunjukkan respons siswa kelas VIII.1 sebesar 92% dan VIII.2 sebesar 89,75%, keduanya berkategori sangat praktis. Dengan demikian, modul ajar teks berita layak digunakan sebagai bahan ajar pendamping pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP, dengan catatan efektivitas belajar perlu diperkuat melalui data pretest-posttest yang lebih lengkap.
Pengembangan Soal Berbasis Higher Order Thingking Skills (HOTS) pada Materi Geometri di Sekolah Dasar Lusdini Lusdini; Dina Octaria; Masnunah Masnunah
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.744

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya penggunaan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada pembelajaran matematika di sekolah dasar, khususnya pada materi geometri. Sebagian besar soal yang digunakan masih berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat rendah (LOTS), sehingga kemampuan peserta didik dalam menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan soal berbasis HOTS pada materi geometri di sekolah dasar yang valid, praktis, dan reliabel.  Penelitian ini menggunakan metode Development Research dengan model pengembangan Tessmer yang meliputi tahap preliminary study dan formative evaluation yang terdiri atas expert review, one to one, small group, dan field test. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 16 Palembang dengan subjek peserta didik kelas IV. Teknik pengumpulan data menggunakan angket validasi ahli, angket respon peserta didik dan guru, serta tes hasil belajar. Data dianalisis menggunakan analisis validitas, reliabilitas, dan kepraktisan.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa soal berbasis HOTS yang dikembangkan memperoleh kategori sangat valid dengan rata-rata nilai validasi sebesar 89%, yang terdiri atas validasi ahli media 88%, ahli bahasa 88%, dan ahli materi 91%. Uji kepraktisan menunjukkan hasil sangat praktis, ditunjukkan oleh nilai one to one sebesar 88%, small group sebesar 88%, dan respon guru sebesar 96%. Hasil uji validitas butir soal menunjukkan bahwa seluruh 10 butir soal dinyatakan valid, sedangkan uji reliabilitas memperoleh nilai r hitung sebesar 0,924 lebih besar daripada r tabel 0,632 sehingga soal dinyatakan reliabel. Selain itu, kemampuan HOTS peserta didik memperoleh rata-rata sebesar 82% dengan kategori sangat tinggi.