Yayuk Kustiningsih
Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Tekanan Darah Dengan Kadar Ureum Pada Pasien Pra-Hipertensi Dan Hipertensi Di Puskesmas Y Kurnia; Yayuk Kustiningsih; Tini Elyn Herlina; Wahdah Norsiah
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah yang dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal, salah satunya ditandai peningkatan kadar ureum. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tekanan darah dengan kadar ureum pada pasien pra-hipertensi dan hipertensi. Penelitian menggunakan metode survei analitik dengan rancangan cross-sectional terhadap 45 responden yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tekanan darah pada pra-hipertensi yaitu 133/87 mmHg dengan kadar ureum 25,3 mg/dL, hipertensi derajat 1 yaitu 150/90 mmHg dengan kadar ureum 30 mg/dL, dan hipertensi derajat 2 yaitu 173/103 mmHg dengan kadar ureum 33 mg/dL. Uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan signifikan antara tekanan darah dengan kadar ureum pada pra-hipertensi (p = 0,000), hipertensi derajat 1 (p = 0,000), dan hipertensi derajat 2 (p = 0,000–0,001). Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan tekanan darah diikuti peningkatan kadar ureum sehingga masyarakat disarankan menjaga pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan tekanan darah serta fungsi ginjal secara rutin.
Hubungan dan Cara Kerja Bahasa dengan Otak Manusia Amalia Wardhani; Erwanto Erwanto; Melda Anggriani; Siti Zuraida; Yayuk Kustiningsih
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2025): January-Maret 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i1.1223

Abstract

Otak berperan penting dalam proses berbahasa pada manusia, baik dalam mengolah informasi lisan maupun tulisan. Dalam informasi lisan, suara diproses di lobus temporal dan diteruskan ke Wernicke area yang akan diinterpretasikan. Jika tanggapan verbal diperlukan, interpretasi ini dikirim ke daerah Broca melalui fasciculus arkuata. Ini berbeda dengan informasi tertulis yang langsung diproses di korteks visual (lobus oksipital) sebelum diteruskan ke daerah Wernicke melalui girus sudut. Selain itu, belahan otak kirinya lebih besar dominan dalam fungsi bahasa. Gangguan pada belahan otak kiri bisa menyebabkan menurunnya kemampuan berbahasa. Sebaliknya, gangguan di sebelah kanan belahan bumi memiliki efek yang lebih besar pada kemampuan narasi dan inferensi. Artikel ini juga membahas tentang gangguan bicara yang terjadi akibat otak kerusakan, seperti afasia yang disebabkan oleh stroke.