Nadia Andini
Universitas Islam Negeri Palangka Raya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MAZHAB TAFSIR AL-KHAWARIJ: METODE, KARAKTERISTIK, TOKOH DAN KARYANYA Nadia Andini; Rizky Akbar Mubarakh Munthe; Agus Maulana; Akhmad Dasuki
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 2 No. 6 (2026): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Juni 2026)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v2i6.405

Abstract

Penafsiran Al-Qur'an sering kali tidak terlepas dari kepentingan politik dan teologis kelompok tertentu, sebagaimana terjadi pada aliran Khawarij yang muncul pasca Perang Shiffin. Artikel ini mengkaji secara komprehensif mazhab tafsir Al-Khawarij dengan fokus pada empat aspek utama, yaitu metode, sumber, karakteristik penafsiran, serta tokoh dan karya tafsirnya. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Sumber data primer adalah kitab Al-Mufassirun Hayatuhum wa Manhajuhum karya Muhammad 'Ali Ayazi, sementara sumber sekunder berupa jurnal akademik, skripsi  dan buku-buku relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Khawarij terpecah menjadi tujuh sekte dengan tingkat ekstremitas berbeda, dan hanya al-Ibadhiyah yang masih bertahan hingga kini. Sumber penafsiran Khawarij terdiri atas Al-Qur'an yang dipahami secara tekstual dan Sunnah yang merujuk pada Musnad al-Rabi' bin Habib, dengan tidak menggunakan qiyas namun menerima ijma' internal. Metode penafsiran yang digunakan adalah penolakan terhadap takwil. Karakteristik penafsiran Khawarij meliputi literal-harfiah, dangkal, penggunaan hadis lemah dan Israiliyyat, pengabaian asbab al-nuzul, serta fanatisme ideologis. Kekurangan mendasar tafsir Khawarij terletak pada pendekatan literal yang dangkal, penolakan takwil, penggunaan riwayat lemah, pengabaian kaidah tafsir, serta orientasi ideologis-fanatik yang menjadikan tafsir sebagai alat legitimasi kelompok. Tafsir Khawarij bersifat eksklusif untuk golongan mereka, sehingga perbedaan perspektif antara Khawarij dan ulama Sunni menjadi sorotan utama. Kajian ini relevan untuk memahami akar ideologis gerakan kontemporer yang membawa mentalitas Khawarij.