Pengembangan penggunaan pasir lokal, terutama untuk pembuatan paving block, di Kota Sorong masih sangat minim, sehingga sebagian produsen paving block memanfaatkan material pasir dari luar daerah. Padahal kualitas mutu pasir lokal untuk paving block harus lebih diperhatikan dengan baik, karena hanya berbeda dari segi berat volume, warna, kadar lumpur, serta analisa saringan dibanding pasir dari daerah lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kualitas paving block yang dibuat menggunakan pasir hitam Bitung dan pasir lokal Malanu ditinjau dari kuat tekan dan penyerapan air. Benda uji paving block berdimensi 21 cm x 10,5 cm x 7 cm dibuat menggunakan proporsi rencana campuran 40 MPa menurut standar DOE, dengan jumlah 20 sampel utuh untuk masing-masing jenis pasir. Benda uji dipotong berbentuk kubus sesuai syarat SNI 03-0691-1996 dan diuji menggunakan Compression Testing Machine (CTM) pada umur 7, 14, dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu paving block dari kedua jenis pasir belum memenuhi target mutu rencana sebesar 481,93 kg/cm² (mutu kelas A). Pada umur 28 hari, paving block dengan pasir Bitung mencapai kuat tekan 151 kg/cm² atau termasuk mutu kelas C untuk penggunaan trotoar pejalan kaki, sedangkan paving block dengan pasir Malanu hanya mencapai 105 kg/cm² atau termasuk mutu kelas D untuk penggunaan taman. Nilai penyerapan air rata-rata maksimum masing-masing sebesar 1,48% untuk pasir Bitung dan 2,30% untuk pasir Malanu, keduanya telah memenuhi syarat SNI 03-0691-1996 (maksimum 3%). Dengan demikian, pasir Bitung menghasilkan mutu paving block yang lebih baik dibandingkan pasir lokal Malanu.