p-Index From 2021 - 2026
0.817
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Karkasa
Muh. Akhsan Samaila
Politeknik Saint Paul Sorong

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KETERLAMBATAN PROYEK MENGGUNAKAN METODE ANALISIS FAKTOR PADA PEMBANGUNAN PUSKESMAS ABUN KABUPATEN TAMBRAUW Sophia Rany Kolin; Muh. Akhsan Samaila
Jurnal Karkasa Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Karkasa - Juli 2022
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v8i1.477

Abstract

Dampak keterlambatan pelaksanaan pekerjaan suatu proyek akan sering terjadi apabila terdapat ketidaksesuaian antara perencanaan dengan kenyataan yang ada dilapangan. Maksud tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi keterlambatan proyek dan sub faktor yang mempengaruhi keterlambatan proyek pada tiap faktornya. Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan Puskesmas Abun Kabupaten Tambrauw Provinsi Papua Barat. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu relatif indeks yang menetukan perolehan nilai tertinggi faktor pengaruh keterlambatan sedangkan penentuan subfaktor di tiap faktor keterlambatan yang lolos uji KMO-MSA dengan acuan nilai skor faktor tertinggi pada metode analisis faktor. Sehingga hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, faktor keterlambatan yang paling dominan adalah karakteristik tempat dengan nilai RI sebesar 0,550. Untuk subfaktor yang paling berpengaruh pada tiap faktor yang lolos uji KMO-MSA dengan acuan nilai skor faktor tertinggi berdasarkan analisis faktor adalah lingkup dan kontrak/dokumen pekerjaan (subfaktor keterlambatan dalam membuat keputusan), sistem inpeksi, kontrol dan evaluasi pekerjaan (subfaktor tata cara evaluasi kemajuan pekerjaan yang lama dan lewat jadwal yang disepakati), manajerial (subfaktor komunikasi antara pemilik dan kontraktor, karakteristik tempat (subfaktor lokasi proyek dan subfaktor akses ke lokasi proyek), tenaga kerja (subfaktor keahlian tenaga kerja) dan bahan (subfaktor keterlambatan pengiriman barang).
PENGGUNAAN DATA HISTORIS KLIMATOLOGI DALAM PERAMALAN GELOMBANG LAUT DI PERAIRAN SORONG PROVINSI PAPUA BARAT William David Tan Bembuain; Muh. Akhsan Samaila
Jurnal Karkasa Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Karkasa - Desember 2022
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v8i2.579

Abstract

Gelombang merupakan salah satu parameter penting yang perlu diketahui dan diperhitungkan. Itulah sebabnya diperlukan pendataan gelombang sebagai parameter dalam merencanakan bangunan pantai. Sayangnya, pengambilan data gelombang di laut secara langsung memiliki tingkat kesulitan teknis yang tinggi dan biaya operasional yang mahal. Itulah sebabnya diperlukan peramalan gelombang laut dengan data angin. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui tinggi, periode, dan arah gelombang maksimum yang terjadi di perairan Sorong, khususnya Sorong Barat, 2) Untuk mengetahui tinggi, periode, dan arah gelombang dominan yang terjadi di perairan Sorong Barat. Pada penelitian ini digunakan peramalan gelombang dengan metode hindcasting dan analisis berdasarkan Shore Protection Manual 1984 dan dilanjutkan dengan perhitungan periode ulang menggunakan metode distribusi Fisher Tippet Type -1 dan metode Weibull. Hasil penelitian ini menujukkan tinggi gelombang maksimum selama 10 tahun terakhir setinggi 1,13 meter dengan periode gelombang 4,7 detik yang terjadi pada bulan Januari dan berasal dari arah Barat. Sedangkan tinggi gelombang dominan berasal dari arah Selatan dengan persentase kejadian sebesar 79,1 % yang terjadi pada bulan Agustus, dan tinggi puncak pada periode ulang 100 tahun dengan metode Fisher setinggi 1,31 meter dengan periode selama 4,85 detik. Sedangkan untuk metode Weibull diperolehkan tinggi gelombang setinggi 1,37 meter dengan periode 4,93 detik.
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK PASIR BITUNG DAN PASIR MALANU TERHADAP MUTU PAVING BLOCK BERDASARKAN KUAT TEKAN DAN PENYERAPAN AIR Angelius Gaudens Gigo Naing; Muh. Akhsan Samaila
Jurnal Karkasa Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Karkasa - Desember 2025
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/zsyq2931

Abstract

Pengembangan penggunaan pasir lokal, terutama untuk pembuatan paving block, di Kota Sorong masih sangat minim, sehingga sebagian produsen paving block memanfaatkan material pasir dari luar daerah. Padahal kualitas mutu pasir lokal untuk paving block harus lebih diperhatikan dengan baik, karena hanya berbeda dari segi berat volume, warna, kadar lumpur, serta analisa saringan dibanding pasir dari daerah lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kualitas paving block yang dibuat menggunakan pasir hitam Bitung dan pasir lokal Malanu ditinjau dari kuat tekan dan penyerapan air. Benda uji paving block berdimensi 21 cm x 10,5 cm x 7 cm dibuat menggunakan proporsi rencana campuran 40 MPa menurut standar DOE, dengan jumlah 20 sampel utuh untuk masing-masing jenis pasir. Benda uji dipotong berbentuk kubus sesuai syarat SNI 03-0691-1996 dan diuji menggunakan Compression Testing Machine (CTM) pada umur 7, 14, dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu paving block dari kedua jenis pasir belum memenuhi target mutu rencana sebesar 481,93 kg/cm² (mutu kelas A). Pada umur 28 hari, paving block dengan pasir Bitung mencapai kuat tekan 151 kg/cm² atau termasuk mutu kelas C untuk penggunaan trotoar pejalan kaki, sedangkan paving block dengan pasir Malanu hanya mencapai 105 kg/cm² atau termasuk mutu kelas D untuk penggunaan taman. Nilai penyerapan air rata-rata maksimum masing-masing sebesar 1,48% untuk pasir Bitung dan 2,30% untuk pasir Malanu, keduanya telah memenuhi syarat SNI 03-0691-1996 (maksimum 3%). Dengan demikian, pasir Bitung menghasilkan mutu paving block yang lebih baik dibandingkan pasir lokal Malanu.
PENERAPAN SISTEM TRANSPORTASI JALAN BERKELANJUTAN DI KOTA SORONG (KAJIAN LITERATUR) Imam Trianggoro Saputro; Muh. Akhsan Samaila
Jurnal Karkasa Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Karkasa - Juli 2026
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/789tf747

Abstract

Transportasi jalan berkelanjutan telah menjadi isu sentral dalam pembangunan perkotaan di negara berkembang, termasuk kota kecil-menengah seperti Kota Sorong di Papua Barat Daya. Tinjauan literatur ini bertujuan menganalisis secara komprehensif penerapan sistem transportasi jalan berkelanjutan yang relevan bagi Kota Sorong dengan mempertimbangkan karakteristik lokal dan pembelajaran dari berbagai studi kasus. Kajian dilakukan melalui sintesis literatur terhadap kerangka konseptual, tantangan implementasi, strategi dan opsi kebijakan, dampak lingkungan, serta pengalaman kota-kota di Indonesia dan regional. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi menuju transportasi berkelanjutan memerlukan pendekatan multi-dimensi yang mengintegrasikan aspek infrastruktur, kebijakan, kelembagaan, sosial-budaya, dan lingkungan. Kota kecil-menengah memiliki potensi besar untuk bertransformasi karena fleksibilitasnya, meskipun menghadapi keterbatasan sumber daya. Tantangan utama meliputi keterbatasan anggaran, infrastruktur yang belum memadai, lemahnya koordinasi antar-lembaga, serta kendala topografi dan sosial-budaya khas Papua. Strategi yang direkomendasikan mencakup pengembangan transportasi umum massal, infrastruktur non-motoris, integrasi moda, dan pembangunan berorientasi transit yang diterapkan secara bertahap. Keberhasilan implementasi bergantung pada koordinasi antar pemangku kepentingan, integrasi perencanaan tata ruang dan transportasi, serta partisipasi masyarakat yang didukung sistem monitoring yang terukur.