Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pola asuh otoriter dan kepercayaan diri mahasiswa: tinjauan literatur sistematis Novira Wadyah; M. Fahli Zatrahadi; Miftahuddin
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 7 No. 1 (2026): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810710900

Abstract

elf-confidence merupakan kompetensi psikologis fundamental yang menentukan keberhasilan mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan tinggi. Pola asuh otoriter, yang ditandai oleh kontrol tinggi dan kehangatan rendah, dihipotesiskan sebagai salah satu faktor keluarga yang berpengaruh terhadap pembentukan kepercayaan diri mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti empiris mengenai hubungan antara pola asuh otoriter dan kepercayaan diri mahasiswa serta mengidentifikasi karakteristik penelitian yang telah dilakukan pada topik tersebut. Systematic Literature Review dilakukan mengacu pada protokol PRISMA 2020 dan kerangka PICO. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data internasional dan nasional. Skrining dan seleksi artikel dilakukan secara sistematis dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Kualitas studi dinilai menggunakan JBI Critical Appraisal Checklist. Sintesis dilakukan secara naratif tematik terhadap 21 studi yang memenuhi kriteria. Temuan menunjukkan bahwa pola asuh otoriter secara konsisten berkorelasi negatif dengan kepercayaan diri dan self-esteem mahasiswa. Self-esteem teridentifikasi sebagai mediator utama. Konteks budaya berfungsi sebagai moderator penting, khususnya perbedaan antara budaya kolektivis dan individualis. Dampak terhadap penyesuaian psikososial mencakup prokrastinasi akademik, stres, dan maladjustment. Bukti empiris yang tersedia mendukung hipotesis bahwa pola asuh otoriter berkontribusi terhadap rendahnya kepercayaan diri mahasiswa, namun dengan catatan moderasi budaya yang signifikan. Diperlukan penelitian longitudinal dan multi-budaya untuk memperkuat sintesis ini.