David Triatna
STKIP Modern Ngawi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Senam Brain Gym Sebagai Strategi Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Akhmadi Putro Aji Pangestu; David Triatna; Nur Cahyati Ngaisah
JURNAL TILA ( Tarbiyah Islamiyah Lil Athfaal ) Vol. 6 No. 1 (2026): Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal- Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/tila.v6i1.3155

Abstract

Simple movements in the Brain Gym application are a new innovation in stimulating fine motor skills in early childhood, which previously tended to use sheets of paper for writing, thickening, drawing, and other activities. The purpose of this study was to create an interesting and fun strategy to hone children's fine motor skills through coordinated movements in Brain Gym activities. Data were obtained through qualitative methods with children aged 5-6 years at Dharma Wanita Dhawu Kindergarten using observation, documentation, and interviews. The data analysis technique in this study used the Miles and Huberman model with data analysis stages: data reduction, data presentation, drawing conclusions, and verification with data validity testing using triangulation techniques. The findings of this study indicate that strategies for developing fine motor skills in children aged 5-6 years can be implemented through Brain Gym activities, which are carried out in two ways: 1) using media that are fun and interesting for children, and 2) without using media that encourage children to move more actively.
Integration of Unplugged Coding and Play-Based Learning in Daily Routine Activities to Develop Computational Thinking in Early Childhood David Triatna; Narendradewi Kusumastuti
JURNAL TILA ( Tarbiyah Islamiyah Lil Athfaal ) Vol. 6 No. 1 (2026): Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal- Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/jyvdw598

Abstract

Developing computational thinking during early childhood requires learning experiences that are meaningful, engaging, and aligned with children's developmental characteristics. This study examines the use of unplugged coding integrated into play-based learning activities embedded within children's daily classroom routines at TK Piri Yogyakarta. A qualitative phenomenological design was adopted to capture the experiences of teachers and children during the implementation of this learning approach. The participants consisted of two early childhood teachers and eighteen children aged 5–6 years. Data were gathered through direct classroom observations, interviews with teachers, and analysis of supporting documents. The collected data were analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) to identify common patterns across participants' experiences. The findings indicate that incorporating unplugged coding into everyday play activities provides opportunities for children to develop essential components of computational thinking, including sequencing, pattern recognition through repeated actions, and simple decision-making based on cause-and-effect situations. The learning process also promoted active participation, collaborative interaction, and greater confidence among the children because the activities were closely connected to familiar daily experiences. These findings suggest that integrating unplugged coding into routine play activities offers a practical and child-centered approach for introducing computational thinking in early childhood education.
STRATEGI GURU DALAM PENANAMAN NILAI AGAMA DAN MORAL ANAK USIA DINI PADA ERA DIGITAL MELALUI PEMBELAJARAN INTEGRATIF David Triatna
Hamka Ilmu Pendidikan Islam Vol. 6 No. 01 (2026): edisi july 2026
Publisher : Hamka Ilmu Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanaman nilai agama dan moral pada anak usia dini merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter yang perlu diperkuat sejak usia dini. Perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi guru untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang inovatif tanpa mengesampingkan nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam penanaman nilai agama dan moral anak usia dini pada era digital melalui pembelajaran integratif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian kepala sekolah dan guru di TK ABA Pajangan Yogyakarta. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran integratif diwujudkan melalui enam strategi utama, yaitu pembiasaan religius, keteladanan guru, pemanfaatan digital storytelling, demonstrasi praktik ibadah, kolaborasi dengan orang tua melalui media digital, serta refleksi pembelajaran. Integrasi keenam strategi tersebut mampu memperkuat penanaman nilai agama dan moral, membentuk karakter religius, serta meningkatkan keterlibatan anak dalam proses pembelajaran. Temuan penelitian menegaskan bahwa pembelajaran integratif menjadi strategi yang relevan dan adaptif dalam menanamkan nilai agama dan moral anak usia dini pada era digital.