Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Pemerintah Desa Dalam Partisipasi Peningkatan Aset Desa (Studi Kasus Sungai Bengawan Mati, Desa Tejoasri, Lamongan) Putri Wulandari; Dewi Fitrotus Sa'diyah
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partisipasi peningkatan aset desa di Desa Tejoasri, Lamongan dengan studi kasus Sungai Bengawan Mati melalui pratinjau aspek partisipasi masyarakat. Latar belakang dalam penelitian ini adalah pengelolaan sungai masih belum didukung dengan regulasi yang jelas, pemberdayaan masyarakat yang belum optimal yang berdampak pada evaluasi program dan pemanfataan ekonomi yang masih terbatas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan deskriptif dengan menggunakan teori partisipasi masyarakat yang terdiri dari 4 indikator yakni, pengambilan keputusan, pelaksanaan, pengambilan manfaat, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran pemerintah desa dalam pengambilan keputusan, pelaksanaan, dan pengambilan manfaat sudah melibatkan partisipasi masyarakat melalui musyawarah desa dan kegiatan pemberdayaan. Namun, partisipasi masyarakat belum optimal dan terbatas dalam tahap evaluasi. Simpulan dari penelitian ini adalah pengelolaan sungai bengawan mati telah melibatkan masyarakat tetapi belum sepenuhnya berjalan. Oleh karena itu, pemerintah desa agar memperkuat mengenai regulasi pengelolaan sungai yang jelas, mengembangkan dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat, dan membuka ruang evaluasi kepada masyarakat untuk berpartisipasi guna mengoptimalkan pemanfaatan sungai bengawan mati. Kata Kunci: peran pemerintah desa, partisipasi masyarakat, pengambilan keputusan, pelaksanaan, pengambilan manfaat, evaluasi.
Potensi Ekstrak Daun Kelor sebagai Zat Pengatur Tumbuh Alami Berdasarkan Uji Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Putri Wulandari; Mirwa Adiprahara Anggarani
AGRIEKSTENSIA Vol. 25 No. 1 (2026): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v25i1.3966

Abstract

Penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) sintetis dalam budidaya tanaman dapat menimbulkan risiko terhadap lingkungan, sehingga diperlukan pengembangan ZPT alami sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Daun kelor (Moringa oleifera) mengandung berbagai fitohormon dan senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan sebagai ZPT alami. Penelitian ini dilakukan untuk mengkarakterisasi ZPT dari ekstrak daun kelor berdasarkan uji fitokimia dan aktivitas antioksidan. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% hingga diperoleh ekstrak berbentuk kental. Karakterisasi meliputi penentuan rendemen, kadar air, pH, uji fitokimia (fenolik, flavonoid, dan tanin), serta pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ekstrak yang diperoleh sebesar 10,5%, kadar air 18%, dan pH 4,58 yang tergolong asam lemah. Uji fitokimia menunjukkan hasil positif terhadap senyawa fenolik, flavonoid serta tanin. Hasil aktivitas antioksidan dari ekstrak daun kelor menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 149,98 ppm yang masuk dalam kategori antioksidan sedang. Hasil tersebut menyatakan bahwa ekstrak daun kelor berpotensi digunakan sebagai ZPT alami yang stabil dan memiliki aktivitas biologis, sehingga berpeluang dikembangkan lebih lanjut dalam mendukung pertumbuhan tanaman secara berkelanjutan.