This Author published in this journals
All Journal JURNAL TEKNIK MESIN
Thoriq Muhammad Dafa
Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH TEKANAN HIDROGEN TERHADAP TINGKAT RISIKO PADA HYDROGEN REFUELING STATION (HRS) Thoriq Muhammad Dafa; Budi Setiyana; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 2 (2026): VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2026
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hydrogen Refueling Station (HRS) merupakan infrastruktur penting dalam pengembangan energi bersih berbasis hidrogen, namun memiliki risiko keselamatan tinggi akibat karakteristik hidrogen yang mudah terbakar, memiliki rentang flammability yang luas, serta disimpan pada tekanan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kuantitatif pengaruh variasi tekanan hidrogen terhadap tingkat risiko keselamatan pada sistem HRS. Metode yang digunakan adalah pendekatan Quantitative Risk Assessment (QRA) dengan bantuan perangkat lunak simulasi berbasis skenario kebocoran. Variasi tekanan yang dianalisis meliputi tekanan rendah, menengah, dan tinggi sesuai kondisi operasional HRS. Parameter yang diamati meliputi radius dampak kebakaran dan ledakan, frekuensi kejadian, serta tingkat fatalitas terhadap manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tekanan hidrogen secara signifikan meningkatkan tingkat risiko. Pada tekanan tinggi, radius dampak kebakaran meningkat hingga ±35% dibandingkan tekanan rendah, sementara probabilitas kejadian fatal meningkat dari 1,2×10⁻⁵ menjadi 4,8×10⁻⁵ per tahun. Selain itu, laju kebocoran meningkat hingga ±40% yang mempercepat pembentukan awan gas mudah terbakar dan meningkatkan potensi terjadinya ledakan. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa tekanan merupakan parameter dominan dalam menentukan tingkat risiko pada HRS. Oleh karena itu, diperlukan optimasi tekanan operasional, pemilihan material yang sesuai, serta penerapan sistem mitigasi seperti pressure relief valve dan deteksi kebocoran untuk meminimalkan risiko dan meningkatkan keselamatan operasional HRS.