Novita Magdalena
Program Studi Psikologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan Servant Leadership Untuk Mengembangkan Self-Discovery, Active Listening, Empathy, dan Resolusi Konflik Pada Pengurus PKSE, Universitas Nusa Cendana Novita Magdalena; Nova Priskila Adoe; Nazarena Restyani Ina Surat; Noviel Julin Thon Holbala; Ni Ketut Ratih Widhiasrini; Novanty Aulya Aluman; Mernon Yerlinda Carlista Mage; R. Pasifikus Christa Jaya Wijaya
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2949

Abstract

Permasalahan kepemimpinan dalam organisasi mahasiswa dapat mempengaruhi efektivitas kerja, komunikasi, dan keterlibatan anggota. Hasil Training Needs Analysis pada Paguyuban Karya Salemba Empat Universitas Nusa Cendana (PKSE UNDANA) menunjukkan adanya kendala dalam komunikasi, pemberian apresiasi kepada anggota, serta pengelolaan konflik oleh pengurus. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan servant leadership pengurus melalui pengembangan self-awareness, active listening, empati, dan resolusi konflik. Pelatihan dilaksanakan pada 9 Mei 2026 dengan melibatkan 15 peserta yang terdiri atas pengurus dan calon pemimpin organisasi menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, refleksi diri, role play, aktivitas Johari Window, dan permainan kelompok. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi, serta refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta pada aspek self-discovery dari rata-rata 8,26 menjadi 8,86 dan active listening dari 8,71 menjadi 9,35. Secara kualitatif, peserta menunjukkan peningkatan kemampuan komunikasi empatik, kerja sama tim, dan pengelolaan konflik yang ditandai dengan meningkatnya kesadaran diri terhadap potensi dan area pengembangan diri, kemampuan mendengarkan tanpa menyela, serta keterbukaan dalam memahami perspektif anggota lain yang diobservasi selama rangkaian pelatihan dan refleksi yang diberikan.