Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Konten Buku Matematika Kelas VII Kurikulum Merdeka Berdasarkan Prinsip Pembelajaran Mendalam Rahmatia Prajakti Rumadaul; Raoda Ismail; Marthinus Yohanes Ruamba
Tematik : Jurnal Konten Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2026): TEMATIK: Jurnal Konten Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Tadris Matematika Fakultas Tadris Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/tematik.v4i1.2544

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut pembelajaran matematika yang berorientasi pada pengembangan pemahaman konseptual, kemampuan berpikir kritis, dan pemecahan masalah melalui prinsip pembelajaran mendalam (deep learning). Buku teks matematika sebagai instrumen utama implementasi kurikulum memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian tujuan tersebut. Namun, representasi karakteristik pembelajaran mendalam dalam konten buku matematika masih memerlukan kajian empiris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian konten Buku Matematika Kelas VII Kurikulum Merdeka terhadap prinsip pembelajaran mendalam (deep learning). Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method dengan dominasi kualitatif melalui metode analisis isi (content analysis). Objek penelitian berupa Buku Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi menggunakan lembar analisis isi yang disusun berdasarkan indikator penelitian. Reliabilitas pengkodean diuji dengan koefisien Cohen's Kappa. Hasil pengujian menunjukkan nilai κ = 0,84 yang berada pada kategori sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku telah mengakomodasi berbagai karakteristik pembelajaran mendalam, seperti aktivitas eksplorasi konsep, pembelajaran kontekstual, soal berbasis HOTS, dan aktivitas pemecahan masalah. Namun demikian, implementasi prinsip pembelajaran mendalam belum optimal karena latihan soal masih didominasi kemampuan berpikir tingkat rendah (Lower Order Thinking Skills / LOTS) sebesar 72,09%, sedangkan soal HOTS hanya mencapai 27,91%. Selain itu, aktivitas refleksi, integrasi teknologi, dan pembelajaran kolaboratif masih terbatas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa buku teks matematika Kurikulum Merdeka telah mengakomodasi prinsip pembelajaran mendalam, tetapi masih memerlukan penguatan instrumen HOTS untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konseptual siswa.