Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Produktivitas Primer Perairan di Teluk Jakarta Septia Arfina
JKP - Jurnal Kelautan dan Pesisir Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Kelautan dan Pesisir
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, FIPAK, Universitas OSO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67240/jkp222025209-216

Abstract

Teluk Jakarta merupakan kawasan pesisir yang menerima masukan dari 13 sungai besar serta berbagai aktivitas antropogenik sehingga rentan mengalami degradasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas primer Teluk Jakarta dengan mengidentifikasi faktor pembatas dari aspek fisika, kimia, dan bentik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari penelitian terdahulu, laporan pemantauan, serta data resmi instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekeruhan tinggi, fluktuasi suhu, salinitas, dan rendahnya oksigen terlarut menjadi faktor fisika utama yang membatasi penetrasi cahaya dan menurunkan efisisensi fotosintesis. Dari sisi kimia, kelebihan nutrien seperti nitrat dan fosfat serta pencemaran logam berat memicu eutrofikasi, ledakan fitoplankton, dan penurunan oksigen. Dari aspek bentik, dominasi spesises toleran, rendahnya keanekaragaman, serta ditemukannya foraminifera dengan cangkang abnormal menunjukkan degradasi ekosistem di wilayah pesisir dan muara, sementara kondisi relatif stabil ditemukan di laut terbuka. Untuk menjaga keberlanjutan ekosistem, diperlukan pengelolaan terpadu melalui pengendalian beban nutrien, pemantauan kualitas perairan secara periodik, serta restorasi ekosistem pesisir seperti mangrove, lamun, dan terumbu karang. Upaya ini diharapkan mampu menjaga fungsi ekologis sekaligus mendukung keberlangsungan aktivitas masyarakat pesisir.
Analisis Strategi Mitigasi Bencana Wilayah Pesisir Pantai Kuta dalam Menghadapi Ancaman Gelombang Tinggi dan Abrasi Septia Arfina; Christina Renita Tampubolon; Evelyn Priscillia Br Sianipar; Anggie Vebry Purba; Gede Langgeng Adnyana; Friska Angelina Debataraja; I Made Dwi Guna Wijaya; Ni Kadek Mulan Anindita Prameswari; Iwan Deyal; Juene Merquis Wibowo; Suprabadevi Ayumayasari Saraswati
JKP - Jurnal Kelautan dan Pesisir Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Kelautan dan Pesisir
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, FIPAK, Universitas OSO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67240/jkp312026261-265

Abstract

Kuta Beach is a primary tourism icon in Bali currently facing serious environmental challenges in the form of high waves and progressive coastal abrasion. This study aims to analyze the current state of disaster risk in the Kuta Beach coastal area and evaluate the mitigation strategies implemented. Through field observations and interviews, it was found that abrasion has eroded the coastline by up to 20 meters, while high waves reach 2 to 4 meters, particularly during the June-August period. The impacts of these disasters include damage to pedestrian infrastructure and a decline in the economic productivity of local tourism actors. The study results indicate a gap between the community's emergency self-mitigation efforts and government policies, which are considered suboptimal. Integrated structural and non-structural mitigation measures are required to ensure the sustainability of the Kuta area.