Sujarwoko
Universitas Nusantara PGRI

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Aspek Struktural dan Kekerasan dalam Novel Sisi Tergelap Surga Karya Brian Khrisna: Kajian Sosiologi Sastra Perspektif Johan Galtung: Structural Aspects and Violence in the Novel Sisi Tergelap Surga by Brian Khrisna: A Sociology of Literature Study from the Perspective of Johan Galtung Apriliane Dwi Wimia Putri; Andri Pitoyo; Sujarwoko
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2795

Abstract

Karya sastra kontemporer merupakan refleksi realitas sosial masyarakat yang menangkap fenomena kemanusiaan kompleks, termasuk sisi kelam dan dinamika metropolitan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek struktural serta kekerasan dalam novel Sisi Tergelap Surga karya Brian Khrisna melalui perspektif Johan Galtung. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data adalah novel Sisi Tergelap Surga karya Brian Khrisna, sedangkan data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang merepresentasikan aspek struktural teks serta wujud kekerasan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode baca dan catat, sedangkan teknik analisis data menggunakan metode analisis isi yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan keterpaduan aspek struktural teks yang meliputi tema mayor perjuangan hidup kelas bawah, tema minor kemiskinan dan luka batin, penokohan dengan watak sederhana dan bulat, serta konflik internal dan eksternal. Berdasarkan teori Johan Galtung, ditemukan segitiga kekerasan yang meliputi tindakan kekerasan langsung secara fisik dan verbal, kekerasan struktural akibat ketimpangan sistem ekonomi serta marginalisasi kaum pendatang, dan kekerasan kultural melalui normalisasi sosial masyarakat yang mewajarkan penindasan.