Putri Irmatama Br Pa
Universitas Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Bentuk-Bentuk Kritik Sosial dalam Novel Hujan Karya Tere Liye: Kajian Sosiologi Sastra: Forms of Social Criticism in the Novel Hujan by Tere Liye: A Sociology of Literature Study Putri Irmatama Br Pa; Hariadi Susilo; Nurhayati Harahap
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2870

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk kritik sosial dalam novel Hujan karya Tere Liye dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Kajian ini berangkat dari asumsi bahwa karya sastra tidak hanya merekam pengalaman individual tokoh, tetapi juga menghadirkan komentar terhadap realitas sosial yang melingkupinya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dan peristiwa naratif dalam novel Hujan yang mengandung kritik sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dengan teknik baca, simak, dan catat, sedangkan analisis dilakukan melalui tahap reduksi data, klasifikasi berdasarkan kategori masalah sosial Soerjono Soekanto, interpretasi sosiologis, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 57 data kritik sosial yang terbagi ke dalam lima kategori, yaitu kritik sosial terhadap kemiskinan sebanyak 12 data, disorganisasi keluarga sebanyak 12 data, masalah generasi muda sebanyak 11 data, kependudukan sebanyak 9 data, dan lingkungan hidup sebanyak 13 data. Temuan ini memperlihatkan bahwa novel Hujan menempatkan bencana bukan sekadar latar cerita, melainkan sebagai ruang kritik terhadap kerentanan masyarakat modern, ketimpangan sosial, rapuhnya keluarga, hilangnya ruang aman bagi generasi muda, buruknya tata kelola kependudukan, dan krisis ekologis. Dengan demikian, novel Hujan dapat dibaca sebagai karya fiksi yang menghubungkan pengalaman emosional tokoh dengan persoalan sosial yang lebih luas.