Naila Waridatus Sa'adah
Universitas Singaperbangsa Karawang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementation of The Cooperative Learning Method of the Numbered Heads Together (NHT) Type to Improve PAI Learning Motivation in Fifth-Grade Students of SDN Telukjambe I Naila Waridatus Sa'adah; Najwa Aulia; Fatihul Noer Ihsan; M Makbul
At-Tathbīq: Journal of Education and Learning Vol. 2 No. 1 (2026): At-Tathbīq: Journal of Education and Learning
Publisher : CV. Kayaswara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose of the Study: This study aims to improve the motivation to learn of fifth-grade students in Islamic Religious Education (PAI) at SDN Telukjambe I by implementing the Numbered Heads Together (NHT) cooperative learning model. The research addresses the problem of low student motivation in PAI learning by examining how a structured, team-based numbering strategy can foster greater activity, responsibility, cooperation, confidence, and participation in the subject matter. Methodology: This research employs Classroom Action Research (CAR), involving researchers and teachers, conducted over two cycles, with two meetings in each cycle. The participants were 36 fifth-grade students at SDN Telukjambe I. Data were collected using observation sheets, learning motivation questionnaires, and cognitive-domain achievement tests. The data were analyzed using descriptive statistics, in which the mean and percentage of students' learning motivation scores were calculated to determine the category of motivation achieved. Main Findings: The implementation of the NHT model led to a measurable improvement in students' learning motivation, rising from an initial benchmark score of 79.4% (high) to 84.4% (high) in Cycle I and reaching 91.4% (very high) in Cycle II. These findings demonstrate that the collaborative, structured pattern of the NHT model effectively stimulates motivation and encourages students to be more active, responsible, cooperative, confident, and participatory in the learning process. Novelty/Originality of this Study: This study provides practical evidence on the application of the Numbered Heads Together (NHT) cooperative learning model in the specific context of Islamic Religious Education (PAI) at the elementary school level. It offers a replicable, classroom-tested strategy for enhancing students' motivation to learn in religious subjects, providing a foundation for educators seeking active-learning alternatives to conventional, lecture-based PAI instruction.
Wara' dan Was-was Religius dalam Perspektif Psikologi Agama: Studi Fenomenologis pada Muslim Dewasa Naila Waridatus Sa'adah; Astuti Darmiyanti; Vismaia Nur Fitriani
Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 3 (2026): Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jipbs.v4i3.1923

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika sikap wara’ dan gejala was-was dalam perspektif psikologi agama melalui pengalaman subjektif seorang Muslim dewasa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan catatan lapangan terhadap seorang informan yang menunjukkan kecenderungan kehati-hatian berlebihan dalam persoalan thaharah. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola pengalaman religius dan dinamika psikologis yang dialami informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap wara’ terbentuk melalui proses internalisasi nilai-nilai agama yang diperoleh dari pembelajaran fikih, pengalaman religius yang bermakna secara emosional, dan lingkungan sosial yang religius. Kehati-hatian yang awalnya bersifat adaptif kemudian berkembang menjadi gejala was-was religius yang ditandai oleh keraguan berulang mengenai kesucian dan keabsahan ibadah. Gejala tersebut menimbulkan dampak psikologis berupa kecemasan, rasa bersalah, ketakutan berbuat dosa, kelelahan emosional, serta gangguan dalam interaksi sosial. Meskipun demikian, informan menunjukkan kemampuan reflektif dalam membedakan antara wara’ dan was-was serta berupaya mengelola keraguan melalui pendalaman ilmu agama, konsultasi dengan guru agama, dan pengendalian emosi. Penelitian ini menunjukkan bahwa batas antara wara’ dan was-was terletak pada dampak psikologis yang ditimbulkan. Wara’ berfungsi sebagai bentuk kehati-hatian spiritual yang konstruktif, sedangkan was-was dapat berkembang menjadi sumber tekanan psikologis apabila tidak dikelola secara proporsional. Oleh karena itu, keberagamaan yang sehat memerlukan keseimbangan antara kesungguhan menjalankan ajaran agama dan pemeliharaan kesejahteraan psikologis individu.