Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Model Pengambilan Keputusan Untuk Analisis Hambatan Manufaktur Berkelanjutan pada Industri Kecil dan Menengah Hary Fandeli; Muhammad Thoriq Habibi Lubis; Aulia Rizki
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1276

Abstract

Industri kecil dan menengah (IKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia melalui kontribusinya terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja. Namun, meningkatnya tuntutan global terhadap keberlanjutan mendorong IKM untuk menerapkan sustainable manufacturing, yaitu praktik produksi yang efisien, ramah lingkungan, dan bertanggung jawab secara sosial. Implementasi konsep ini belum optimal karena keterbatasan modal, teknologi, kapasitas sumber daya manusia, serta lemahnya dukungan eksternal. Hambatan tersebut saling berkaitan dan membentuk sistem yang kompleks sehingga diperlukan analisis yang menyeluruh untuk menentukan strategi penanganan yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hambatan utama, memetakan hubungan antarhambatan, serta menentukan prioritas penanganannya pada IKM di Kota Padang. Metode yang digunakan adalah Interpretive Structural Modelling (ISM) untuk menganalisis keterkaitan hierarkis antarhambatan, serta Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot prioritasnya. Hasil penelitian mengidentifikasi sepuluh hambatan dalam empat kategori, yaitu manajerial, finansial, teknologi, dan eksternal. Melalui ISM, kurangnya dukungan pemerintah teridentifikasi sebagai akar hambatan, sedangkan lemahnya dukungan manajemen, tingginya biaya investasi awal, dan sulitnya akses pendanaan menjadi hambatan penggerak. Selanjutnya, hasil AHP menunjukkan bahwa hambatan manajerial dan finansial merupakan hambatan paling krusial yang perlu diprioritaskan penanganannya dibanding hambatan eksternal dan teknologi. Temuan ini memberikan dasar strategis bagi pelaku IKM dan pemangku kepentingan dalam merumuskan langkah percepatan implementasi manufaktur berkelanjutan.