Nugroho, Aryadi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Metodologi Penetration Testing Execution Standard (PTES) dalam Analisis Keamanan Aplikasi Management Employment System (MES) Berdasarkan OWASP Top 10 Nugroho, Aryadi; Kholil, Ishak; Sari, Ani Oktarini
Bahasa Indonesia Vol 13 No 1 (2026): Bina Insani ICT Journal (Juni) 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51211/biict.v13i1.3904

Abstract

Aplikasi Management Employment System (MES) di PT Mindotama Avia Teknik digunakan untuk mengelola dan menyimpan data sensitif karyawan sehingga aspek keamanan informasi menjadi hal yang sangat penting. Kerentanan pada aplikasi web dapat dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan akses ilegal, pencurian data, maupun gangguan terhadap sistem perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tingkat keamanan aplikasi MES menggunakan metodologi Penetration Testing Execution Standard (PTES) dengan pendekatan OWASP Top 10 sebagai acuan identifikasi kerentanan aplikasi web. Metode penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu intelligence gathering, vulnerability analysis, exploitation, dan reporting. Proses pengujian memanfaatkan berbagai tools keamanan seperti Burp Suite, Nmap, Nuclei, Acunetix, dan FFUF untuk mendeteksi serta memvalidasi kerentanan yang terdapat pada sistem. Tahap eksploitasi dilakukan untuk mengetahui dampak dari celah keamanan yang ditemukan terhadap kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data pada aplikasi MES. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi MES masih memiliki beberapa kerentanan keamanan dengan tingkat risiko menengah hingga kritis, di antaranya Cross-Site Scripting (XSS), Exposure PhpMyAdmin, Improper Input Validation, serta kelemahan konfigurasi security header. Kerentanan tersebut berpotensi menyebabkan pencurian data, manipulasi informasi, hingga akses tidak sah ke dalam sistem. Berdasarkan hasil pengujian, penelitian ini merekomendasikan penerapan validasi input yang lebih ketat, penguatan konfigurasi security header, pembatasan akses endpoint sensitif, serta peningkatan mekanisme autentikasi untuk meningkatkan ketahanan keamanan aplikasi terhadap ancaman siber.