Juwy Trianes
Program studi S.Tr TLM, Fakultas Vokasi, Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Potensi Limbah Kulit Salak Sebagai Pewarna Hematoxylin Alami Preparat Cairan Pleura Dewi Hartati; Bastian; Juwy Trianes; Widya Yuniasari
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Potekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmak.v17i1.2129

Abstract

Pewarnaan sitologi cairan pleura merupakan langkah penting dalam diagnosis berbagai penyakit, terutama keganasan, dengan Hematoxylin sebagai pewarna inti yang umum digunakan. Namun, Hematoxylin memiliki keterbatasan berupa potensi toksisitas, harga relatif tinggi, serta dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan limbah ekstrak kulit salak (Salacca zalacca) sebagai alternatif pewarna Hematoxylin pada preparat cairan pleura. Penelitian dilakukan menggunakan desain eksperimen semu dengan rancangan pretest–posttest control group, membandingkan pewarnaan Papanicolaou menggunakan Hematoxylin standar dan ekstrak kulit salak pada berbagai konsentrasi (100%, 80%, 50%, dan 25%). Parameter yang dinilai meliputi intensitas warna, kontras, kejernihan, keseragaman pewarnaan dan kestabilan pewarnaan yang dievaluasi secara blind oleh dua analis dan menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak kulit salak konsentrasi 100% memberikan kualitas pewarnaan terbaik dan tidak berbeda signifikan dengan Hematoxylin standar (p = 0,479), sedangkan konsentrasi lebih rendah menunjukkan penurunan kualitas pewarnaan. Kesimpulannya, ekstrak limbah kulit salak berpotensi digunakan sebagai alternatif pewarna Hematoxylin yang lebih aman, murah, dan ramah lingkungan pada preparat cairan pleura.