Siti Rahmatia Machieu
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Negeri Gorontalo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Optimalisasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan untuk Peningkatan Sosial Ekonomi Petani Jagung di Kabupaten Boalemo Siti Rahmatia Machieu; Mohammad Zubair Hippy; Muhammad Rizq gobel
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2026): Januari-Juli 2026
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merancang strategi optimalisasi program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) terhadap peningkatan sosial ekonomi usahatani jagung di Kabupaten Boalemo. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan model eksplanatori yang menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif, serta dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner (data kuantitatif), dan didukung wawancara, observasi, dan dokumentasi (data kualitatif). Sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 orang petani. Analisis data dilakukan menggunakan analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi efektivitas program RHL. Penentuan strategi dilakukan melalui penyusunan matriks SWOT berdasarkan hasil identifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, kemudian dirumuskan alternatif strategi yang paling sesuai dengan posisi organisasi/petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi strategi optimalisasi RHL berada pada kuadran III (strategi turn around), yang menekankan pemanfaatan peluang eksternal untuk mengatasi kelemahan internal. Strategi utama yang dihasilkan meliputi peningkatan partisipasi kelompok tani sebagai pelaksana, diversifikasi usaha melalui penanaman pohon buah, serta penguatan integrasi, konsultasi, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Strategi ini mampu meningkatkan penerimaan petani terhadap program RHL, mengurangi konflik pemanfaatan lahan, serta menciptakan peluang ekonomi tambahan tanpa mengurangi produktivitas jagung. Kesimpulannya, program RHL tidak hanya berfungsi sebagai upaya rehabilitasi lingkungan, tetapi juga sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan petani apabila dilaksanakan secara partisipatif, terintegrasi, dan berorientasi ekonomi. Oleh karena itu, direkomendasikan agar pemerintah memperkuat kelembagaan petani, meningkatkan pendampingan teknis, serta mendorong kolaborasi multipihak guna menjamin keberlanjutan dan efektivitas program RHL.
Analisis Keunggulan Sektor Pertanian Berdasarkan PDRB di Kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) Tahun 2016–2025 Mohammad Zubair Hippy; Siti Rahmatia Machieu; Muhammad Rizq Gobel
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2026): Januari-Juli 2026
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pertanian memiliki peran penting dalam perekonomian wilayah, khususnya di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua yang masih didominasi oleh aktivitas berbasis sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keunggulan sektor pertanian berdasarkan PDRB di Regional Sulampua menggunakan pendekatan indeks lokalisasi, indeks spesialisasi, dan Location Quotient. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder PDRB sektoral dari Badan Pusat Statistik selama periode 2016–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh subsektor pertanian memiliki pola penyebaran yang relatif merata antarwilayah, sehingga tidak terdapat konsentrasi aktivitas ekonomi yang dominan. Selain itu, tingkat spesialisasi subsektor pertanian tergolong rendah, yang menunjukkan bahwa struktur ekonomi pertanian antarprovinsi masih serupa dan belum membentuk kekhasan yang kuat. Meskipun demikian, beberapa subsektor seperti perkebunan, kehutanan, dan perikanan menunjukkan keunggulan sebagai sektor basis di beberapa wilayah, sehingga berpotensi menjadi penggerak ekonomi daerah. Secara keseluruhan, sektor pertanian di Regional Sulampua memiliki potensi besar, namun pengembangannya masih belum optimal dalam menciptakan keunggulan spesifik wilayah. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih terarah untuk meningkatkan daya saing dan mendorong spesialisasi berbasis potensi lokal.