Kusuma Ayu Galih Dwi Rahardjo
Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tinjauan Skoping Paparan Radon di Lingkungan Indoor dan Implikasinya terhadap Risiko Kesehatan Masyarakat Wisnu Wardana Widyatmoko; Naufal Aulia Bagas Putra; Kusuma Ayu Galih Dwi Rahardjo; Arya Indra Rabbani; Farahiyah Nur Ramadhanty; Tata Auliya Intan; Dhanny Achmad Ardiansyah Putra Hermawan; M. Ryan Ferdiansyah; Ratna Dwi Puji; Ratnaningtyas Wahyu Kusuma Wardani; Sudarmaji Sudarmaji; M. Farid Dimjati Lusno; Kusuma Scorpio Lestari
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1980

Abstract

Radon merupakan gas radioaktif yang terjadi secara alami dan merupakan kontributor terbesar terhadap paparan radiasi ionisasi pada manusia. Paparan radon di dalam ruangan secara kronis dapat menyebabkan masalah kesehatan, terutama kanker paru-paru. Kondisi ventilasi, karakteristik geologis, dan variasi iklim mempengaruhi konsentrasi radon di dalam ruangan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan bukti ilmiah terkait paparan radon di dalam ruangan, termasuk metode pemantauan, penilaian risiko, dan dampak kesehatan. Pendekatan tinjauan skoping digunakan melalui pencarian literatur di PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, dan Google Scholar. Artikel yang ditinjau adalah publikasi berbahasa Inggris dari tahun 2015–2025 yang membahas paparan radon di rumah, sekolah, fasilitas kesehatan, atau tempat kerja. Data dianalisis secara deskriptif dan komparatif berdasarkan konsentrasi radon (Bq/m³), metode pengukuran, dan hasil kesehatan yang dilaporkan. Sepuluh studi memenuhi kriteria inklusi. Konsentrasi radon di dalam ruangan berkisar antara 10 hingga 2166 Bq/m³. Sebagian besar nilai yang dilaporkan berada di bawah pedoman WHO (100 Bq/m³) dan tingkat referensi ICRP (300 Bq/m³), meskipun beberapa lokasi dengan ventilasi buruk dan kondisi geologis tertentu melebihi batas-batas tersebut. Paparan radon meningkatkan risiko kanker paru-paru global sebesar 3–14% dan juga terkait dengan gangguan pernapasan serta efek neurologis potensial pada anak-anak. Faktor utama meliputi ventilasi bangunan, usia konstruksi, kelembapan, dan karakteristik tanah. Secara ilmiah, kajian ini mengukuhkan radon sebagai indikator krusial kualitas udara indoor, sekaligus memberikan landasan empiris bagi perumusan kebijakan kesehatan lingkungan dan standar konstruksi nasional.