Apridika Ajeng Kartika
Program Studi Sarjana Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas ‘Aisyiyah Surakarta, Surakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran Kualitas Hidup Lansia dengan Penyakit Kronis di Masyarakat Wilayah Petoran: Overview of Quality of Life of Elderly People with Chronic Diseases in the Community Didik Iman Margatot; Ika Silvitasari; Ida Nur Imamah; Adi Prasetyo; Apridika Ajeng Kartika
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v14i1.488

Abstract

Pendahuluan:  Lansia dengan penyakit kronis merupakan kelompok rentan yang mengalami penurunan kualitas hidup akibat keterbatasan fisik dan tantangan psikososial. Penyakit kronis yang bersifat progresif dapat mengganggu aktivitas harian, relasi sosial, dan kenyamanan lingkungan hidup lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup lansia dengan penyakit kronis berdasarkan empat dimensi WHOQOL-BREF, yaitu fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sebanyak 60 lansia dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Instrumen WHOQOL-BREF versi bahasa Indonesia digunakan untuk mengukur kualitas hidup. Data dianalisis secara deskriptif melalui distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Mayoritas responden berusia 60–74 tahun (86,7%), laki-laki (76,7%), dan menderita hipertensi (78,3%). Kualitas hidup buruk ditemukan paling tinggi pada dimensi fisik (76,7%), diikuti lingkungan (60%), psikologis (50%), dan sosial (46,7%). Namun, 51,7% lansia menilai kualitas hidup secara umum masih dalam kategori baik. Kesimpulan: Kualitas hidup lansia dengan penyakit kronis paling rendah pada aspek fisik dan lingkungan. Dukungan sosial dan psikologis berkontribusi menjaga persepsi positif lansia terhadap hidup. Saran: Intervensi berbasis komunitas perlu difokuskan pada pemulihan fungsi fisik dan peningkatan kualitas lingkungan.