Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PERCEIVED SOCIAL SUPPORT DENGAN HOMESICKNESS PADA MAHASISWA RANTAU FAKULTAS EKONOMI UST Andina Aulia Putri; Hartosujono Hartosujono; Jatu Anggraeni
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 2 (2026): Edisi In Progres Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i2.8737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perceived social support dengan homesickness pada mahasiswa rantau Fakultas Ekonomi UST. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian berjumlah 135 mahasiswa rantau tahun pertama Fakultas Ekonomi UST yang terdiri dari mahasiswa Program Studi Manajemen dan Akuntansi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Perceived Social Support yang diadaptasi dari Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) dan Skala Homesickness. Analisis data menggunakan Teknik korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara perceived social support dengan homesickness pada mahasiswa rantau Fakultas Ekonomi UST dengan koefisien korelasi sebesar r = -0,427 dan nilai signifikansi p < 0,001 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi perceived social support yang dimiliki mahasiswa rantau, maka semakin rendah tingkat homesickness yang dialami. Sebaliknya, semakin rendah perceived social support, maka semakin tinggi tingkat homesickness. Variabel perceived social support memberikan sumbangan efektif sebesar 18,2% terhadap homesickness, sedangkan 81,8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi terhadap dukungan sosial merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan tingkat homesickness pada mahasiswa rantau. Semakin positif mahasiswa mempersepsikan dukungan sosial yang diterima, maka kecenderungan mengalami homesickness akan semakin rendah.