Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Menurunkan tingkat depresi melalui acceptance and commitment therapy (ACT) pada ODHA Jatu Anggraeni; Sulistyo Budiarto
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jptp.v2i2.21071

Abstract

Acceptance and commitment therapy merupakan intervensi yang dapat mempengaruhi penurunan tingkat depresi pada ODHA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas acceptance and commitment therapy dalam menurunkan tingkat depresi ODHA. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian kuasi ekperimen one-group pretest-posttest design. Subjek dalam penelitian ini berjumlah enam orang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrument DASS 42. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa ACT efektif dalam menurunkan tingkat depresi ODHA, penurunan tingkat depresi tersebut terlihat dari adanya perbedaan yang signifikan antara skor depresi saat pretest dengan posttest. Nilai Z=-2,201 dengan p=0,028 dan terjadi penurunan antara mean pretest dan mean posttest, sehingga ACT dapat diberikan sebagai salah satu metode program pemulihan bagi ODHA.
Sosialisasi Pentingnya Penerimaan Diri Bagi WBP di Lapas Perempuan Yogyakarta Eka Sari, Rini; Berliana Henu Cahyani; Flora Grace Putrianti; Andreas Yudha Fery Nugroho; Jatu Anggraeni; Syamsul Ma’arif
Jurnal Atma Inovasia Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v5i3.10639

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Lapas Perempuan Yogyakarta dilakukan untuk membantu mengurangi permasalahan psikologis tentang rendahnya penerimaan diri Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), yang sering kali menghambat efektivitas program pembinaan. Penerimaan diri yang buruk menyebabkan WBP mengalami kesulitan dalam bersosialisasi, rendahnya kepercayaan diri, dan perasaan isolasi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan penerimaan diri WBP melalui program sosialisasi berbasis edukasi dan interaksi aktif. Metode pelaksanaan mencakup observasi, dokumentasi, serta pre-test dan post-test yang melibatkan 18 WBP. Program sosialisasi dalam bentuk ceramah mengenai pentingnya penerimaan diri, cara mengenali kelebihan dan kekurangan diri, serta permainan interaktif untuk meningkatkan keterlibatan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor penerimaan diri dari 48,7 pada pre-test menjadi 54,8 pada post-test, mengindikasikan efektivitas kegiatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa sosialisasi berbasis edukasi dan permainan interaktif dapat meningkatkan pemahaman, sikap, dan penerapan penerimaan diri pada WBP. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap pembinaan kepribadian di lembaga pemasyarakatan dan dapat dijadikan model untuk intervensi serupa.
PEMBERDAYAAN PENGRAJIN MELALUI KONSEP TRI N PENGGUNAAN MESIN BUBUT KAYU DI SUKORENO KULON PROGO Widodo, Widodo; Hadi, Samsul; Setuju, Setuju; Anggraeni, Jatu
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i3.13815

Abstract

Hacotan Craft merupakan usaha ekonomi kreatif yang berfokus pada pengolahan serat alam. Hacotan Craft mempunyai tekad untuk mengembangkan usahanya ke pengolahan kayu yang lebih unik dan menarik melalui konsep pembuatan alat dapur berupa gelas, nampan cangkir dsb. Akan tetapi penggunaan dari mesin bubut ini belum optimal, pemilik usaha Hacotan Craft juga terkendala dalam mendesain, konsep dan membuat produk menggunakan mesin bubut kayu tersebut. Tujuan pengabdian memberikan pendampingan dalam optimalisasi penggunaan mesin bubut agar dapat mendukung proses produksi yang optimal. Metode dilakukan dengan action research melalui penyuluhan secara partisipatif yaitu penyuluhan yang mendorong mitra untuk berkontribusi mengikuti kegiatan pendampingan dengan alur persiapan dengan berbagai alat dan media yang digunakan, Penyampaian desain produk dan konsep yang akan dibuat, Mendemonstrasikan penggunaan alat msin bubut kayu dengan pendampingan, Mitra mencoba membuat produk yang telah dibuat desain, Monitoring dan Evaluasi program. Kreativitas kunci utama dalam mengembangkan produk, selain itu di dukung dengan pengembangan keterampilan yang tepat akan menghasilakan produk unik dan berkualitas. konsep Tri N (Niteni, Nirokke, Nambahi) para pengrajin dapat mengoptimalkan alat mesin bubut kayu untuk menghasilkan produk yang unik dan berkualitas.
Sosialisasi Pentingnya Penerimaan Diri Bagi WBP di Lapas Perempuan Yogyakarta Eka Sari, Rini; Berliana Henu Cahyani; Flora Grace Putrianti; Andreas Yudha Fery Nugroho; Jatu Anggraeni; Syamsul Ma’arif
Jurnal Atma Inovasia Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v5i3.10639

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Lapas Perempuan Yogyakarta dilakukan untuk membantu mengurangi permasalahan psikologis tentang rendahnya penerimaan diri Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), yang sering kali menghambat efektivitas program pembinaan. Penerimaan diri yang buruk menyebabkan WBP mengalami kesulitan dalam bersosialisasi, rendahnya kepercayaan diri, dan perasaan isolasi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan penerimaan diri WBP melalui program sosialisasi berbasis edukasi dan interaksi aktif. Metode pelaksanaan mencakup observasi, dokumentasi, serta pre-test dan post-test yang melibatkan 18 WBP. Program sosialisasi dalam bentuk ceramah mengenai pentingnya penerimaan diri, cara mengenali kelebihan dan kekurangan diri, serta permainan interaktif untuk meningkatkan keterlibatan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor penerimaan diri dari 48,7 pada pre-test menjadi 54,8 pada post-test, mengindikasikan efektivitas kegiatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa sosialisasi berbasis edukasi dan permainan interaktif dapat meningkatkan pemahaman, sikap, dan penerapan penerimaan diri pada WBP. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap pembinaan kepribadian di lembaga pemasyarakatan dan dapat dijadikan model untuk intervensi serupa.
Kajian Evaluasi Pelayanan Kajian Evaluasi Pelayanan Kesehatan Jiwa Pada Kelompok Rentan Berbasis Kecamatan di Daerah Istimewa Yogyakarta Suhada, Reza Iqbal; Anggraeni, Jatu
Jurnal Indonesia Sehat Vol. 4 No. 3 (2025): JURINSE: Desember 2025
Publisher : SAMODRA ILMU: Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Jurnal Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58353/jurinse.v4i3.336

Abstract

Background: Mental health is a crucial aspect of overall human health. The WHO reported that more than 700 million people worldwide experienced mental disorders in 2020, with depression and anxiety being the most common. Mental health is a multidimensional issue that requires comprehensive interventions, ranging from government policies and public education to capacity building for health workers. Methods: This research method uses descriptive analytic. The study instrument was used to collect primary data from various community health centers and sub-districts throughout Yogyakarta Special Region (DIY). Secondary data was also obtained from all health and social service offices.  Focus group discussions (FGDs) were also conducted with community health center and sub-district officers. A total of 53 respondents to obtain direct information regarding mental health services in each region. The study was conducted for approximately two months, from October 10, 2025, to December 10, 2025.  Quantitative descriptive analysis was used in this study. Results: Most regions lack adequate mental health service facilities, including the availability of necessary facilities and infrastructure. Each district/city in Yogyakarta Special Region (DIY) has a relatively similar pattern of vulnerable groups dominating. Vulnerable groups at the sub-district level are not evenly distributed. The concentration of certain groups in specific areas underscores the importance of a spatial targeting approach in social welfare program planning. Based on the average score, Sleman Regency and Yogyakarta City are in the Good category, while Bantul, Kulon Progo, and Gunungkidul Regencies are in the Fair category.Conclusion: Strengthening synergy between agencies (sub-districts and sub-districts/kemantren) and collaborating with the community are crucial to addressing these vulnerable groups at risk of mental health problems. A data-driven approach and periodic territorial-based evaluations will determine more adaptive health service policies to the community's mental health conditions.