Atmayanti, Tiara Riski
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengolahan Melon (Cucumis melo L.) Menjadi Selai dan Pembuatan Kompos Kebun Sumber Berkah untuk Mendukung Perkebunan Berkelanjutan Kumalaningrum, Amalia Nur; Arista, Yuvita Lira Vesti; Simamora, Gevbry Ranti Ramadhani; Mohwadati, Adisti Rofiah; Lumbantobing, Febrina Natasya; Atmayanti, Tiara Riski; Alviano, Benediktus Mbasa; Gea, Fenima; Farisky, Farisky; Ariyanto, Muhammad Fikri; Aulia, Ahmad Redha; Faadihilah, Fani Nur; Ar-Rahman, Muhammad Shafwan
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 17, No 1 (2026): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v17i1.26736

Abstract

Desa Sumber Berkah di kawasan Gunung Steling, Balikpapan Utara, memiliki potensi agraris tinggi dengan komoditas utama berupa melon. Namun, sebagian hasil panen dijual dalam bentuk segar, sementara buah yang tidak lolos sortasi sering dibuang, menyebabkan kerugian ekonomi dan penumpukan limbah organik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian melalui pengolahan melon menjadi selai serta pemanfaatan limbah organik menjadi kompos. Program dilaksanakan tahun 2025 dengan sasaran utama ibu-ibu di Kebun Melon Sumber Berkah. Metode kegiatan mencakup observasi lapangan, demonstrasi pembuatan selai, perbaikan alat pencacah, pelatihan pembuatan kompos, sosialisasi UMKM, dan evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengolah melon menjadi selai dengan tekstur lembut dan cita rasa seimbang. Perbaikan alat pencacah meningkatkan efektivitas pembuatan kompos yang memperbaiki kesuburan tanah dan mengurangi penggunaan pupuk kimia. Evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan peserta minimal 80% dengan penilaian positif terhadap manfaat, kejelasan materi, dan relevansi kegiatan. Program ini berhasil meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian, mengurangi limbah, serta mendorong pembentukan UMKM berbasis produk lokal. Keterlibatan aktif masyarakat menjadikan kegiatan ini model potensial bagi pengembangan perkebunan berkelanjutan di wilayah lain.