Perkembangan teknologi digital menuntut para guru untuk beradaptasi dan mengintegrasikannya dalam proses pembelajaran, khususnya dalam menciptakan media edukasi yang menarik bagi generasi alpha. Komunitas Ikatan Guru Indonesia (IGI) sebagai wadah pengembangan profesi memerlukan peningkatan kecakapan dalam memanfaatkan teknologi mutakhir, seperti Augmented Reality (AR), untuk mengembangkan bahan ajar. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk melatih guru-guru anggota IGI dalam mengembangkan cerita anak bergambar interaktif berbasis Augmented Reality guna mentransformasi kecakapan teknologi mereka. Metode pelaksanaan meliputi beberapa tahap: (1) identifikasi kebutuhan melalui survei awal terhadap peserta; (2) pelaksanaan pelatihan yang terdiri dari pemberian materi teoritis dan praktikum intensif menggunakan sketchup, adobe audition, AssemblrEdu, dan kotobee; (3) pendampingan dan simulasi dimana peserta secara berkelompok mengembangkan Audiobook+AR cerita anak; serta (4) evaluasi yang dilakukan melalui penyebaran angket untuk mengetahui respon peserta terhadap kegiatan pelatihan. Evaluasi produk pelatihan yang diukur dari penilaian terhadap Audiobook+AR Cerita Anak yaitu selesai (100%) dan berfungsi penuh (80%). Evaluasi program juga diketahui rata-rata keseluruhan 3,86 yang berada pada kategori sangat baik. Hal ini mengindikasikan efektivitas program yang sangat kuat. Selain peningkatan hard skill, observasi juga menemukan transformasi dalam motivasi dan kepercayaan diri peserta untuk berinovasi. Simpulan utama dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan yang terstruktur dan hands-on secara efektif dapat mentransformasi kecakapan teknologi guru, dengan Augmented Reality menjadi katalis potensial untuk menciptakan media pembelajaran yang imersif dan inovatif, sehingga pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan dan engagement dengan komunitas pembelajaran.