Nily Su'aida
Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTI DEPRESSANT DAN ANXIOLYTIC PADA EKSTRAK AKAR KUNING (Arcangelisia flava L) DENGAN METODE IN VIVO Noor Khalida; Nily Su'aida; Aris Fadillah
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 3, No 1 (2026): Eksplorasi Strategi Terapeutik: Dari Potensi Bahan Alam hingga Evaluasi Pengguna
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v3i1.24606

Abstract

Gangguan depresi dan kecemasan merupakan masalah kesehatan mental yang sering terjadi pada berbagai kelompok usia dan menjadi salah satu isu prioritas kesehatan di Indonesia. Penggunaan obat antidepresan sintetis seperti golongan SSRI dan TCA seringkali menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif pengobatan dari bahan alam. Salah satu tanaman yang berpotensi adalah akar kuning (Arcangelisia flava L), yang salah satunya mengandung alkaloid berberin, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid yang memiliki aktivitas farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidepresan dan anxiolytic ekstrak etanol 70% akar kuning secara in vivo serta menentukan dosis yang paling efektif. Sebanyak 60 ekor mencit jantan galur Swiss Webster dibagi dalam lima kelompok: kontrol negatif (NaCl 0,9%), kontrol positif (amitriptyline 25 mg/kgBB), serta tiga kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak akar kuning 50 mg/kgBB, 75 mg/kgBB, dan 100 mg/kgBB.Uji aktivitas antidepresan dilakukan menggunakan metode Forced Swimming Test (FST) dan Tail Suspension Test (TST), sedangkan uji aktivitas anxiolytic menggunakan metode Elevated Plus Maze (EPM). Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% akar kuning memiliki efek antidepresan signifikan pada dosis 100 mg/kgBB dengan nilai p<0,021 pada FST, dan p<0,001 pada TST, sedangkan kelompok kontrol positif memberikan hasil imobilitas terendah. Namun, pengujian dengan metode EPM tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p>0,05), sehingga efek anxiolytic ekstrak tidak terbukti secara statistik.Kata Kunci: Arcangelisia flava L., antidepresan, anxiolytic, Forced Swimming Test (FST), Tail Suspension Test (TST), Elevated Plus Maze (EPM).
Virtual Screening Senyawa Daun Sirsak Sebagai Inhibitor Potensial Antikolestrol Melalui Interaksi Dengan Reseptor HMG-CoA Reduktase Putri Syahira; Muhammad Fauzi; Nily Su&#039;aida
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 3, No 1 (2026): Eksplorasi Strategi Terapeutik: Dari Potensi Bahan Alam hingga Evaluasi Pengguna
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v3i1.23858

Abstract

Kadar kolesterol tinggi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang umumnya diobati menggunakan statin seperti simvastatin. Namun, penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan efek samping sehingga diperlukan alternatif terapi yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi senyawa bioaktif daun sirsak (Annona muricata) sebagai kandidat antikolesterol melalui interaksi dengan reseptor HMG-CoA reduktase menggunakan pendekatan in silico. Metode penelitian meliputi molecular docking terhadap sepuluh senyawa bioaktif dengan simvastatin sebagai kontrol, serta prediksi farmakokinetik dan toksisitas menggunakan platform pkCSM. Hasil molecular docking menunjukkan bahwa xylopine (-6,59 kcal/mol), isoboldine (-6,01 kcal/mol), dan anomurine (-5,62 kcal/mol) memiliki afinitas ikatan yang kompetitif terhadap reseptor HMG-CoA reduktase dan berinteraksi dengan residu asam amino kunci yang serupa dengan simvastatin. Analisis ADMET menunjukkan bahwa seluruh senyawa memenuhi kriteria drug-likeness berdasarkan aturan Lipinski dan memiliki absorpsi usus yang baik. Beberapa senyawa menunjukkan potensi mutagenisitas dan hepatotoksisitas, sedangkan isoboldine menunjukkan profil keamanan yang lebih baik. Secara keseluruhan, xylopine, isoboldine, dan anomurine berpotensi dikembangkan sebagai inhibitor alami HMG-CoA reduktase. Penelitian lanjutan secara in vitro dan in vivo diperlukan untuk memastikan efektivitas serta keamanannya sebagai agen antikolesterol.