Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Intervensi Fisioterapi Komunitas dalam Menurunkan Nyeri Punggung Bawah pada Ibu Hamil di Puskesmas Kendalsari Nikmatul Maghfira; Ali Multazam; Bonita Suharto
Servis : Jurnal Pengabdian dan Layanan kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : CV. Nature Creative Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58641/servis.v4i2.223

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan gerak dan fungsi gerak serta mengevaluasi efektivitas intervensi fisioterapi komunitas dalam menurunkan tingkat nyeri punggung bawah pada ibu hamil di Puskesmas Kendalsari. Kehamilan merupakan kondisi fisiologis yang disertai dengan berbagai perubahan anatomi, hormonal, dan biomekanik yang mempengaruhi sistem muskuloskeletal. Salah satu keluhan yang paling umum dialami oleh ibu hamil adalah nyeri punggung bawah, yang dapat menurunkan kualitas hidup serta membatasi aktivitas sehari-hari. Metode yang digunakan adalah pendekatan pre-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol terhadap 12 ibu hamil dengan usia kehamilan 17-32 minggu. Instrumen yang digunakan adalah Numeric Rating Scale (NRS) untuk mengukur tingkat nyeri dan kuesioner untuk menilai keluhan serta aktivitas fungsional. Intervensi meliputi edukasi kesehatan, latihan fisioterapi seperti breathing exercise, pelvic tilt, stretching, serta senam ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, tingkat nyeri berkisar antara skor 3-7, mayoritas berada pada kategori ringan hingga sedang (skala 4-6). Setelah intervensi, terjadi penurunan nyeri ke rentang skor 2-5, dengan mayoritas peserta berada pada kategori nyeri ringan. Hal tersebut menunjukkan penurunan intensitas nyeri sekitar 31%, dipengaruhi oleh latihan yang berfokus pada peningkatan stabilitas otot inti, fleksibilitas jaringan otot, serta kontrol postural selama aktivitas harian. Selain itu, edukasi yang diberikan turut meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai pentingnya menjaga postur tubuh dan tetap aktif secara fisik, mendukung proses adaptasi fisiologis selama kehamilan. Temuan ini sejalan dengan studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa intervensi fisioterapi, baik melalui latihan maupun edukasi, efektif dalam mengurangi nyeri muskuloskeletal serta meningkatkan kenyamanan dan fungsi aktivitas harian ibu hamil.
UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN DENGAN PEMBERIAN EDUKASI TENTANG FLATFOOT PADA SISWA SDN TULUSREJO 4: EFFORTS TO INCREASE KNOWLEDGE BY PROVIDING EDUCATION ABOUT FLAT FOOT TO STUDENTS OF SDN TULUSREJO 4 Diah Nur Pratiwi; Sri Sunaringsih Ika Wardojo; Bonita Suharto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 8 No 1 (2024): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v8i1.5266

Abstract

Childhood is a very important period to pay attention to growth and development. Flatfoot is a condition where there is weakness in the supporting structure of the longitudinal arch or the entire sole of the foot in contact with the ground. The main cause of flatfoot is an abnormality in the bone structure so that this condition causes the muscles, tendons and ligaments to work harder. Although most cases of flatfoot occur in the form of physiological, but if the condition progresses to a worse stage, it can cause symptoms and affect the function of the sufferer's feet. In Indonesia, there are 27,574,728 elementary school students aged 7 to 12 years who experience flat feet. According to data, 30% of cases in urban areas are Flatfoot. The aim of this outreach in the children and youth community is to provide knowledge by means of flatfoot education to grade 5 students at SDN Tulusrejo 4, Malang City. Education in this activity is carried out to prevent permanent growth and development abnormalities. The method used in this activity uses counseling by providing leaflets and asking several pretest and posttest questions to find out the picture of students' knowledge about flatfoot. In this extension activity, students were enthusiastic about asking questions so that it became a factor in increasing students' knowledge. It can be concluded that physiotherapy counseling activities related to flatfoot for students at SDN Tulusrejo 4, Malang City, can run smoothly and are well realized and from the evaluation results it is found that there is an increase in knowledge and understanding of students at SDN Tulusrejo 4 regarding flatfoot with a post-test score of 100%.