Abubakar Abubakar
STAI YAPIS Takalar, Takalar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Membaca Realitas Digitalisasi Pendidikan di Kepulauan Tanakeke: Perspektif Peserta Didik terhadap Harapan dan Tantangan Era Digital Nurqadriani Nurqadriani; Muh. Nur Fithri Dahlan; Abubakar Abubakar
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 3 (2026): June
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i3.799

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi peserta didik di Kepulauan Tanakeke terhadap implementasi program digitalisasi pendidikan di Kabupaten Takalar, mengidentifikasi tantangan yang mereka hadapi, serta menggambarkan harapan mereka terhadap pengembangan pendidikan digital di masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan langkah-langkah mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menafsirkan tema-tema yang muncul dari data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik memiliki persepsi yang umumnya positif terhadap pembelajaran digital, khususnya dalam hal akses informasi, fleksibilitas waktu, dan keberagaman media pembelajaran. Namun demikian, mereka menghadapi tantangan serius seperti keterbatasan perangkat digital, akses internet yang tidak stabil, serta rendahnya literasi digital. Peserta didik berharap adanya dukungan infrastruktur yang lebih baik, pelatihan yang berkelanjutan, dan peran aktif guru dalam membimbing penggunaan teknologi pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi digitalisasi pendidikan di wilayah kepulauan sangat bergantung pada sinergi antara kesiapan teknologi, dukungan kebijakan, dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan secara kontekstual. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa tanpa intervensi berbasis kebutuhan lokal, mulai dari infrastruktur hingga pendampingan, kesenjangan pendidikan digital di wilayah kepulauan berpotensi melebar dan menghambat pemerataan mutu pendidikan.