Masa nifas merupakan periode yang rentan terhadap gangguan psikologis seperti depresi postpartum yang dapat berdampak pada kesehatan ibu dan bayi. Upaya deteksi dini dan pencegahan sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan mental ibu nifas. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah skrining menggunakan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) serta intervensi non-farmakologi berupa senam tera yang berfungsi meningkatkan relaksasi dan kesejahteraan psikologis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan PAR (Participatory Action Research) dengan metode partisipatif dan edukatif yang melibatkan ibu nifas, keluarga, dan tenaga kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di TPMB “LK” Kabupaten Bandung dengan sasaran 17 ibu nifas (0-42 hari postpartum). Evaluasi dilakukan melalui hasil skrining dan observasi perubahan pemahaman serta respon peserta terhadap kegiatan. Hasil skrining menunjukkan seluruh responden 17 orang (100%) memiliki skor EPDS < 13 yang mengindikasikan tidak adanya gangguan psikologis yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa secara umum kondisi psikologis ibu nifas pada saat pelaksanaan kegiatan berada dalam keadaan stabil. Hasil ini didukung dari wawancara kepada responden yang menyampaikan bahwa peran suami dan keluarga terdekat dalam membantu dan berbagi tugas selama periode masa nifas, seperti membantu memandikan bayi, mengganti popok, menemani begadang, membantu pekerjaan rumah tangga, memasak dan lain lain. Senam tera dapat direkomendasikan sebagai salah satu intervensi sederhana, murah, dan efektif dalam mendukung kesehatan mental ibu nifas, serta dapat diintegrasikan dalam pelayanan kebidanan berbasis komunitas.