Perkembangan sosial emosional anak usia dini merupakan salah satu aspek penting yang menentukan keberhasilan anak dalam membangun hubungan sosial, mengelola emosi, dan beradaptasi dengan lingkungan. Kompleksitas perkembangan tersebut menuntut adanya pemahaman yang komprehensif melalui integrasi berbagai perspektif keilmuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan sosial emosional anak usia dini dari perspektif psikologi melalui sintesis arsitektur neurobiologi, model kelekatan internal, dan dinamika psikososial mikrosistem keluarga serta sekolah. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan konseptual berdasarkan teori kelekatan Bowlby dan teori bioekologi Bronfenbrenner. Sumber data diperoleh dari artikel jurnal internasional bereputasi dan jurnal nasional terakreditasi yang diterbitkan pada rentang tahun 2016–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkembangan sosial emosional anak dipengaruhi oleh interaksi antara kematangan psikologis, perkembangan sistem saraf, kualitas kelekatan dengan pengasuh, serta pengalaman sosial dalam lingkungan keluarga dan sekolah. Temuan juga menunjukkan bahwa pengalaman sosial positif berkontribusi terhadap pembentukan regulasi emosi, empati, dan perilaku prososial yang adaptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perkembangan sosial emosional anak usia dini perlu dipahami secara holistik melalui integrasi faktor biologis, psikologis, dan ekologis. Disarankan agar keluarga dan lembaga pendidikan memperkuat kualitas interaksi sosial emosional anak melalui lingkungan yang aman, responsif, dan suportif.