Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Six Big Losses terhadap Efektivitas Operasional Proses Unloading BBM Solar Menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada Oil Pump House Dimas Faatihah dimas; Ikhsan Romli; Dwi Irwati
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1975

Abstract

Mulia Industrindo Tbk merupakan perusahaan manufaktur kaca yang memerlukan sistem pendukung energi yang andal untuk menjaga kontinuitas proses produksi. Salah satu fasilitas pendukung yang memiliki peran penting adalah Oil Pump House (OPH), yang berfungsi sebagai tempat penerimaan dan proses unloading BBM solar sebelum didistribusikan ke unit produksi. Permasalahan yang ditemukan pada proses unloading BBM solar berupa tingginya waktu tunggu, penghentian singkat, aktivitas penyesuaian operasional, dan kehilangan waktu yang berpotensi menurunkan efektivitas operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat efektivitas operasional menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE), mengidentifikasi faktor dominan penyebab kehilangan waktu berdasarkan Six Big Losses, serta memberikan usulan perbaikan melalui pendekatan Total Productive Maintenance (TPM). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan pencatatan aktivitas operasional selama periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) sebesar 88,33%, yang telah melampaui standar world-class OEE sebesar 85%. Analisis Six Big Losses menunjukkan bahwa kategori Idling and Minor Stoppages merupakan penyumbang kehilangan waktu terbesar sebesar 45,82%, diikuti Setup and Adjustment Losses sebesar 25,02%, Breakdown Losses sebesar 16,66%, dan Reduced Yield Losses sebesar 12,50%. Berdasarkan hasil analisis Pareto, kedua kategori utama tersebut menyumbang 70,84% dari total kehilangan waktu operasional sehingga menjadi prioritas dalam kegiatan perbaikan. Usulan perbaikan dilakukan melalui penerapan Total Productive Maintenance yang meliputi preventive maintenance, autonomous maintenance, inspeksi rutin peralatan, standardisasi prosedur operasional, dan peningkatan kompetensi operator. Implementasi perbaikan tersebut diharapkan mampu mempertahankan dan meningkatkan efektivitas operasional proses unloading BBM solar secara berkelanjutan.