Hanif Amrulloh
Universitas Ma’arif Lampung

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Model Integrasi Aswaja Dan Profil Pelajar Pancasila Sebagai Strategi Penguatan Karakter Di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda; Hanif Amrulloh; Nur Laili
Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Vol. 13 No. 2 (2026): ELEMENTARY SCHOOL (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ke-SD-an)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/esjurnal.v13i2.4738

Abstract

Di tengah derasnya arus digitalisasi, tantangan degradasi karakter pada siswa madrasah menjadi urgensi yang belum sepenuhnya terpecahkan melalui kurikulum konvensional, mengkolaborasikan antar profile pelajar pancasila dan prinsip ahlusunah waljama’ah untuk memeperkuat literasi digital dan akhlak siswa kelas 5 dalam menghadapi tantangan era digital. Masalah yang dihadapi adalah masih adanya siswa yang berpengaruh gadget dan media sosial. Siswa MI saat ini sudah banyak yang memiliki smartphone. Ini berdampak pada penurunan interaksi sosial langsung, berkurangnya minat membaca buku fisik, dan mudahnya akses konten yang belum sesuai usia mereka. Kami juga menghadapi tantangan orang tua yang sibuk sehingga pengawasan penggunaan gadget di rumah kurang optimal. Akibatnya, siswa menjadi rentan dalam belajar disekolah. Penelitian ini mengkaji strategi pendidikan karakter yang berdasarkan Dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang  Sistem Pendidikan Nasional, khususnya Pasal 1 ayat (1) dan (2). Studi ini menggunakan metode kualitatif dan dilakukan di MI Ma’arif 01 Punggur. Penelitian ini menggunakan tiga sumber data: observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi untuk penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa di MI Ma’arif 01 Punggur telah terjadi berpengaruhnya gadget dan media sosial yang menjadikan siswa-siswi tersebut menjadi rentan dalam pembelajaran disekolah.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA MATERI IPA Sapna Trisnayanti; Lutfi Fadilah; Hanif Amrulloh
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.10380

Abstract

This study aimed to determine the effect of the Jigsaw cooperative learning model on the science learning outcomes of fourth-grade elementary school students. The study employed a quantitative approach using an experimental method with a One Group Pretest–Posttest Design. The participants consisted of 21 fourth-grade students of MI Ma'arif NU 5 Sekampung. Data were collected through learning achievement tests administered before and after the treatment and analyzed using descriptive statistics and a paired sample t-test with IBM SPSS Statistics. The findings indicated that the implementation of the Jigsaw cooperative learning model improved students' learning outcomes, as reflected by the increase in the posttest mean score. Hypothesis testing revealed a significant difference between students' learning outcomes before and after the implementation of the Jigsaw cooperative learning model. Furthermore, the effect size analysis indicated that the model had a very large effect on improving students' learning outcomes. Therefore, the Jigsaw cooperative learning model can be used as an effective alternative to improve science learning outcomes in elementary schools. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar siswa kelas IV pada materi IPA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain One Group Pretest–Posttest Design. Penelitian dilaksanakan pada 21 siswa kelas IV MI Ma'arif NU 5 Sekampung. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan paired sample t-test dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw meningkatkan hasil belajar siswa, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata setelah perlakuan. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Analisis effect size juga menunjukkan bahwa model pembelajaran memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa sekolah dasar.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR PADA MATA PELAJARAN IPA Melda Sari; Nur Laili; Hanif Amrulloh
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.10397

Abstract

Science learning in elementary schools is still predominantly teacher-centered, resulting in limited student participation and suboptimal learning outcomes. This study aimed to analyze the effect of the Teams Games Tournament (TGT) learning model on the science learning outcomes of third-grade students at SD Nahdlatul Ulama Metro. This research employed a quantitative experimental approach using a One-Group Pretest–Posttest Design. The participants consisted of 28 students. Data were collected through learning achievement tests, observations, interviews, and documentation, and were analyzed using descriptive statistics and the Paired Sample t-Test. The findings indicated that the mean learning score increased from 63.00 in the pretest to 85.00 in the posttest. Statistical analysis revealed a significant difference between the pretest and posttest scores (Sig. < 0.05), indicating that the implementation of the Teams Games Tournament (TGT) model had a positive effect on students' science learning outcomes. Furthermore, the TGT model promoted a more active, collaborative, and engaging learning environment, making it a suitable alternative for improving science learning in elementary schools. ABSTRAK Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah dasar masih didominasi oleh pembelajaran yang berpusat pada guru sehingga partisipasi peserta didik dan hasil belajar belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) terhadap hasil belajar IPA peserta didik kelas III SD Nahdlatul Ulama Metro. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 28 peserta didik. Data dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar meningkat dari 63,00 pada pretest menjadi 85,00 pada posttest. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest (Sig. < 0,05), sehingga penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA peserta didik. Model TGT juga mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kolaboratif, dan menyenangkan sehingga layak dijadikan alternatif pembelajaran IPA di sekolah dasar.
IMPLEMENTASI P5 MEDIA DIY HOME PROJECT: MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN SISWA PELAJARAN SENI BUDAYA Sri Muafifah; Lutfi Fadilah; Hanif Amrulloh
Kuttab: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 9 No 1 (2025): Kuttab: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/ktb.v9i1.2412

Abstract

Learning independence is a very important skill and needs to be developed, especially in art and culture lessons in elementary schools. When conducting observations, researchers found a low level of independence of students in class III C MI NU Metro when doing assignments, such as copying their friends' answers, not bringing equipment for drawing, which caused the learning process to be unconducive. So an effective learning approach is needed, namely by implementing DIY (Do It Yourself) home project media in the context of P5, namely independence. This study aims to determine the Implementation of P5 in developing student learning independence in Art and Culture lessons through DIY home projects. This study uses a qualitative approach with a case study method.
PENGEMBANGAN ALAT EVALUASI BERBASIS WORDWALL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA Anisa Bela Febriani; Hanif Amrulloh; Lutfi Fadilah
Kuttab: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 9 No 1 (2025): Kuttab: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/ktb.v9i1.2413

Abstract

The selection of this evaluation tool has considerations. For example, learning materials, facilities or facilities available at school, so that the learning objectives that have been set can be achieved. This can be facilitated by developing a wordwall-based interactive learning evaluation tool on pancasila education subjects, material on pancasila values.”This research is“R&D research wich refers to the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) development model."The research subjects were 23 class III A” students in s trial at MI NU Metro, Lampung. “Validation carried out by material experts scores, namely 94% from media experts and 82% from material experts. Trials with student showed a significant increase in learning outcomes, with the averge score increasing from 75% (Pre-test) to 88% (Post-test). Feedback from teachers and student shows that wordwall based evaluation tools are practical, effective, and engaging. And can be deelared “Very Suitable” for use with class III A MI NU students to improve learning outcomes.
PENGGUNAAN MEDIA KARTU DOMINO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS III SD PADA PELAJARAN MATEMATIKA Aisyah Yuliana Fauziah; Hanif Amrulloh; Nurul Aisyah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10327

Abstract

This study was motivated by the low mathematics learning outcomes of third-grade students at MI Ma’arif 18 Trimurjo, where only 50% of students achieved the Minimum Mastery Criteria (KKTP) ≥70. This issue was caused by conventional teaching practices and the limited use of innovative instructional media. The purpose of this study was to examine the use of domino card media in mathematics instruction and to analyze the improvement in students’ learning outcomes after its implementation. This study employed a Classroom Action Research (CAR) approach using the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The research subjects were 20 students. Data were collected through observation, tests, interviews, and documentation, and analyzed using both quantitative and qualitative techniques. The results indicated a significant improvement in students’ learning outcomes, increasing from 40% in the pre-cycle to 60% in Cycle I, and reaching 85% in Cycle II, thereby meeting the success criteria. It can be concluded that domino card media is effective in improving students’ mathematics learning outcomes, particularly in multiplication material. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika peserta didik kelas III MI Ma’arif 18 Trimurjo, di mana hanya 40% siswa yang mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) ≥70. Permasalahan tersebut disebabkan oleh pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurangnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media kartu domino dalam pembelajaran matematika serta menganalisis peningkatan hasil belajar peserta didik setelah penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa, yaitu dari 40% pada pra-siklus, meningkat menjadi 60% pada Siklus I, dan mencapai 85% pada Siklus II sehingga telah memenuhi indikator keberhasilan. . Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media kartu domino efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi perkalian.