Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan peran kader posyandu dalam menjaga kesehatan mental masyarakat melalui inovasi latihan dan edukasi spiritual emotional freedom technique berbasis virtual reality Ariyanti Saleh; Jumrah Jumrah; Nur Hikmawaty Hasbiah
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): Agustus
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i3.3515

Abstract

Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) merupakan salah satu inovasi terkini yan terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan dan dapat meningkatkan kesehatan mental masyarakat. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kesehatan mental dan mencegah terjadinya gangguan kesehatan mental pada masyarakat. Metode pelaksanaan yang digunakan yaitu penyuluhan dan pelatihan dengan ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi, dan simulasi. Hasil kegiatan menunjukkan sebelum dilakukan penyuluhan, sebanyak 75% peserta dengan pengetahuan kurang dan setelah dilakukan penyuluhan, terjadi peningkatan pengetahuan yaitu sebanyak 80% peserta dengan pengetahuan baik. Masyarakat dan kader mengalami peningkatan pengetahuan selama  pelaksanaan kegiatan dan diharapkan program ini terus berlanjut sebagai upaya dalam meningkatkan kesehatan mental masyarakat.
Hubungan Status Kehamilan dengan Tingkat Stres pada Ibu Hamil Primigravida Jumrah Jumrah; Suriani; Mukminah Almukarramah
An-Najat Vol. 4 No. 2 (2026): Mei : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i2.3660

Abstract

Selama kehamilan, terjadi adaptasi secara biologis dan juga emosional yang tidak hanya memengaruhi kondisi fisik, tetapi juga psikologis ibu. Ibu hamil primigravida sering dikaitkan dengan kejadian stress selama fase kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status kehamilan dengan tingkat stress pada ibu hamil primigravida dan mengukur seberapa besar status kehamilan mempengaruhi tingkat stres. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 41 ibu hamil primigravida yang ditentukan menggunakan rumus Lemeshow dengan tingkat kesalahan 5%. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS). Data dianalisis menggunakan SPSS versi 16 dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu dengan kehamilan terprogram sebagian besar berada pada tingkat stres sedang, yaitu 18 orang (58,1%), stres ringan 9 orang (29%) dan yang mengalami stres berat 4 orang (12,9%). Sementara itu, pada ibu dengan kehamilan tidak terprogram, mayoritas juga berada pada tingkat stres sedang yaitu 7 orang (70%), sedangkan stres ringan dialami oleh 1 orang (10%) dan stres berat oleh 2 orang (20%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status kehamilan dan tingkat stres pada ibu hamil primigravida (p = 0,458 > 0,05). Status kehamilan baik diprogram maupun tidak diprogram, tidak berhubungan secara signifikan dengan tingkat stres pada ibu hamil primigravida.