Selama kehamilan, terjadi adaptasi secara biologis dan juga emosional yang tidak hanya memengaruhi kondisi fisik, tetapi juga psikologis ibu. Ibu hamil primigravida sering dikaitkan dengan kejadian stress selama fase kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status kehamilan dengan tingkat stress pada ibu hamil primigravida dan mengukur seberapa besar status kehamilan mempengaruhi tingkat stres. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 41 ibu hamil primigravida yang ditentukan menggunakan rumus Lemeshow dengan tingkat kesalahan 5%. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS). Data dianalisis menggunakan SPSS versi 16 dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu dengan kehamilan terprogram sebagian besar berada pada tingkat stres sedang, yaitu 18 orang (58,1%), stres ringan 9 orang (29%) dan yang mengalami stres berat 4 orang (12,9%). Sementara itu, pada ibu dengan kehamilan tidak terprogram, mayoritas juga berada pada tingkat stres sedang yaitu 7 orang (70%), sedangkan stres ringan dialami oleh 1 orang (10%) dan stres berat oleh 2 orang (20%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status kehamilan dan tingkat stres pada ibu hamil primigravida (p = 0,458 > 0,05). Status kehamilan baik diprogram maupun tidak diprogram, tidak berhubungan secara signifikan dengan tingkat stres pada ibu hamil primigravida.
Copyrights © 2026