Ni Kadek Yunita Melansari
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literasi Budaya dengan Penggunaan Padlet pada Perkuliahan Bahasa Indonesia sebagai Implementasi Karakter Cinta Tanah Air I Komang Sugi Partawan; Trifalah Nurhuda; Ni Kadek Yunita Melansari; Ni Nyoman Budiartini
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i4.5335

Abstract

Karakter siswa di Indonesia perlu ditingkatkan lagi. Salah satu cara untuk meningkatkan karakter siswa adalah dengan literasi budaya. Literasi sangat diperlukan oleh mahasiswa, tidak hanya sebagai bekal ilmu, tetapi juga sebagai kebiasaan yang pada akhirnya berhubungan dengan keberhasilan seseorang dalam lingkungan masyarakat akademis sehingga dapat meraup kesuksesan dalam lingkungan sosial kelak nanti. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan literasi kebudayaan mahasiswa dengan penggunaan padlet serta persepsi mahasiswa tentang literasi budaya pada perkuliahan bahasa Indonesia sebagai implementasi cinta tanah air. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa pada MKWU Bahasa Indonesia di Undiksha. Objek penelitian ini adalah literasi budaya dengan penggunaan padlet pada perkuliahan bahasa Indonesia sebagai implementasi karakter cinta tanah air. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Literasi budaya dengan penggunaan padlet pada perkuliahan bahasa Indonesia mampu meningkatkan karakter cinta tanah air. Selama perkuliahan berlangsung, mahasiswa berkontribusi dan berpartisipasi dalam kegiatan keterampilan bahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dengan tema kebudayaan. Keterkaitan antara literasi kebudayaan dan cinta tanah air sangat mendalam
Analisis Framing Pemberitaan Media Detik.com Mengenai Kasus Pagar Laut di Bekasi Ni Kadek Yunita Melansari; Ida Ayu Made Darmayanti; I Dewa Gede Budi Utama; I Putu Mas Dewantara; I Nengah Martha
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan framing media Detik.com terhadap pemberitaan kasus pagar laut di Bekasi serta mengetahui kecenderungan posisi media tersebut dalam memberitakan kasus tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Data penelitian berupa delapan teks berita Detik.com yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui metode dokumentasi, kemudian dianalisis berdasarkan empat struktur framing, yaitu sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Detik.com membingkai pemberitaan melalui penyusunan fakta, pemilihan narasumber, penggunaan bahasa, dan penyajian visual yang saling mendukung. Pada struktur sintaksis, seluruh berita memuat unsur headline, lead, kutipan sumber, latar informasi, dan penutup, meskipun terdapat tiga berita tanpa latar informasi dan satu berita tanpa unsur pernyataan. Struktur skrip menunjukkan seluruh berita telah memenuhi unsur 5W+1H. Pada struktur tematik ditemukan unsur detail yang menunjukkan tindakan pemerintah dalam menangani kasus pagar laut, serta didukung penggunaan koherensi sebab-akibat dan kronologis. Struktur retoris memperlihatkan penggunaan idiom, leksikon yang menegaskan tindakan pemerintah, serta penyertaan gambar pada setiap berita. Secara keseluruhan, Detik.com cenderung membingkai pemerintah sebagai pihak yang tegas dan serius dalam menangani kasus pagar laut di Bekasi melalui penekanan pada proses penyelidikan, penegakan hukum, penetapan tersangka, dan pengungkapan bukti.