Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Inovasi Bambu sebagai Material Utama dalam Pembuatan Meja Konsol jelita jelita; Rio Setia Monata; Gracia Veronica
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 12 No. 1 (2026): Riset Artistik dan Praktik Kreatif dalam Lanskap Seni Kontemporer
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52969/jsnc.v12i1.525

Abstract

Inovasi dalam penggunaan material ramah lingkungan semakin berkembang, salah satunya adalah material bambu. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan bambu sebagai material utama dalam pembuatan console table dengan mempertimbangkan estetika, kekuatan, dan keberlanjutan. Metode penelitian yang digunakan mencakup studi literatur, eksperimen material, serta analisis desain dan konstruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bambu memiliki karakteristik yang memenuhi standar kekuatan dan daya tahan, sekaligus memberikan nilai estetika yang khas. Selain itu, bambu sebagai material utama juga mendukung prinsip keberlanjutan karena sifatnya yang cepat tumbuh dan mudah diperbarui. Dengan demikian, penerapan inovasi bambu dalam pembuatan console table dapat menjadi alternatif yang memberikan potensi bagi industri furnitur ramah lingkungan.
PERANCANGAN PUSAT KEBUDAYAAN EX-GEDUNG SINEMA RADJEKWESI BOJONEGORO DENGAN PENDEKATAN ADAPTIVE REUSE Sabela Devita Putri; Gracia Veronica; Dinullah Bayu Ibrahim
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v6i1.6862

Abstract

Gedung Sinema Radjekwesi di Kabupaten Bojonegoro merupakan bangunan bersejarah yang mengalami penurunan fungsi serta kehilangan identitas akibat perubahan pemanfaatan ruang dari waktu ke waktu. Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya nilai historis bangunan sekaligus terbatasnya fasilitas yang mampu mewadahi aktivitas seni dan budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan merancang pusat kebudayaan melalui pendekatan adaptive reuse guna menghidupkan kembali fungsi sosial bangunan dengan tetap mempertahankan karakter historis bangunannya. Metode perancangan dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan narasumber terkait sejarah bangunan dan kebutuhan pengguna, serta studi literatur untuk mendukung proses analisis dan pengembangan konsep desain. Tahapan perancangan meliputi identifikasi kondisi eksisting, analisis kebutuhan ruang, penyusunan konsep desain, hingga pengembangan visualisasi ruang. Pendekatan adaptive reuse diterapkan dengan mempertahankan elemen arsitektur utama bagian fasad bangunan serta menghadirkan fungsi baru melalui integrasi elemen lama dan baru secara kontekstual. Hasil perancangan menunjukkan bahwa transformasi bangunan menjadi pusat kebudayaan mampu menghadirkan ruang edukasi, pameran, pertunjukan, dan ruang kreatif yang mendukung aktivitas masyarakat secara inklusif. Perancangan ini juga memperkuat identitas kawasan melalui pemanfaatan kembali bangunan bersejarah secara berkelanjutan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan adaptive reuse dapat menjadi strategi efektif dalam revitalisasi bangunan lama dengan tetap menjaga nilai sejarah sekaligus memenuhi kebutuhan ruang kontemporer masyarakat.