Aneng Yuningsih
Keperawatan/Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bakti Tunas Husada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sentuhan Harmoni: Efektivitas Terapi Lima Jari dalam Mengurangi Kecemasan dan Kuali-tas Tidur pada Warga Binaan Pemasyarakatan Reni Hertini; siti Rohimah; Enik Suharyanti; Aneng Yuningsih
Tasikmalaya Nursing Journal Vol. 3 No. 01 (2025): Tasikmalaya Nursing Jurnal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/tnj.v3i01.739

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) rentan mengalami gangguan kecemasan dan tidur akibat tekanan dan stresor lingkungan. Intervensi non-farmakologis, seperti terapi komplementer berbasis dapat menjadi alternatif yang aman dan efektif untuk mengatasi kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur pada warga binaan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas terapi lima jari dalam mengurangi kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur pada warga binaan pemasyarakatan.Kecemasan dan gangguan tidur merupakan tanda genjala dari gangguan psikologis yang sering dialami oleh warga binaan, yang dapat berdampak pada kesejahteraan mental dan perilaku mereka. Terapi lima jari, yang melibatkan teknik relaksasi melalui jari-jemari, dipercaya dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan dan membantu meningkatkan kualitas tidur. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pre-test dan post-test pada 40 warga binaan yang mengalami kecemasan tingkat ringan hingga sedang. Sebelum dan setelah intervensi, tingkat kecemasan peserta diukur menggunakan skala kecemasan yang telah tervalidasi dan kualitas tidur diukur dengan tes Pittsburgh Sleep Quality Index. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan 17 responden mengalami perubahan skor kecemasan dari cemas sedang menjadi cemas ringan, kemudian 22 responden mengalami peningkatan kualitas tidur dari kategori buruk menjadi baik. Temuan ini mendukung hipotesis bahwa terapi lima jari dapat menjadi intervensi yang efektif untuk mengurangi kecemasan pada warga binaan, serta memberikan pendekatan alternatif yang dapat diterapkan dalam sistem rehabilitasi mental di lembaga pemasyarakatan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program rehabilitasi psikologis yang lebih holistik dalam konteks pemasyarakatan.