Zaitun
Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI TERAPI BERMAIN (MENDONGENG) PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DENGAN BRONKITIS YANG MENGALAMI ANSIETAS KARENA HOSPITALISASI Abi Agustino; Ayu Yuliani Sekriptini; Zaitun
Tasikmalaya Nursing Journal Vol. 3 No. 02 (2025): Tasikmalaya Nursing Jurnal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/tnj.v3i02.945

Abstract

Latar Belakang: Bronkitis merupakan salah satu masalah pernapasan yang sering terjadi pada anak prasekolah dan dapat menimbulkan ketidaknyamanan, termasuk peningkatan kecemasan selama menjalani perawatan di fasilitas kesehatan yang dapat memperburuk kondisi dan menghambat proses perawatan. Pendekatan nonfarmakologis seperti terapi mendongeng dapat membantu menurunkan ansietas melalui distraksi dan stimulasi emosional positif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan terapi bermain mendongeng dan mengetahui pengaruhnya terhadap tingkat ansietas pada anak usia prasekolah dengan bronkitis yang menjalani hospitalisasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek terdiri dari dua anak usia prasekolah yang mengalami ansietas selama dirawat di RSUD Arjawinangun. Intervensi terapi mendongeng diberikan satu kali sehari selama lima hari. Pengukuran ansietas dilakukan menggunakan Preschool Anxiety Scale sebelum dan sesudah terapi. Hasil: Subyek 1 mengalami penurunan ansietas 100%, sedangkan Subyek 2 mengalami penurunan sekitar 38%, menunjukkan bahwa keduanya memberikan respon positif namun dengan tingkat efektivitas yang berbeda.Kedua subyek menunjukkan respon positif terhadap terapi, meskipun dalam derajat yang berbeda. Kesimpulan: Terapi bermain mendongeng efektif dalam menurunkan tingkat ansietas pada anak usia prasekolah dengan bronkitis selama hospitalisasi. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai alternatif non-farmakologis dalam praktik keperawatan anak untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan kenyamanan emosional anak selama perawatan
IMPLEMENTASI LATIHAN BATUK EFEKTIF PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DENGAN GANGGUAN BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF AKIBAT BRONKOPNEUMONIA DI PUSKESMAS SITOPENG Nur Imansyah; Ayu Yuliani Sekriptini; Zaitun
Tasikmalaya Nursing Journal Vol. 4 No. 01 (2026): Tasikmalaya Nursing Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/tnj.v4i01.960

Abstract

Latar belakang: Bronkopneumonia merupakan salah satu penyakit saluran pernapasan bawah yang sering terjadi pada anak usia prasekolah dan berpotensi menyebabkan gangguan bersihan jalan napas tidak efektif akibat penumpukan sekret. Salah satu upaya intervensi non-farmakologi yang dapat diterapkan adalah latihan batuk efektif, yang bertujuan untuk membantu pengeluaran dahak secara optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi latihan batuk efektif pada anak usia prasekolah dengan gangguan bersihan jalan napas tidak efektif akibat bronkopneumonia. Metode: Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan dua anak usia prasekolah dengan diagnosis bronkopneumonia. Intervensi dilakukan selama lima hari dengan frekuensi dua kali sehari. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi fisik, dan studi dokumentasi. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai efektivitas latihan batuk efektif dalam meningkatkan bersihan jalan napas pada anak. Hasil: Subjek pertama menunjukkan perbaikan yang signifikan berupa peningkatan kemampuan batuk, penurunan frekuensi napas, dan peningkatan saturasi oksigen. Subjek kedua juga menunjukkan perbaikan bertahap, meskipun pengeluaran dahak masih belum optimal. Kesimpulan: Latihan batuk efektif dapat meningkatkan bersihan jalan napas pada anak dengan bronkopneumonia, meskipun respons tiap individu berbeda-beda.
Implementation of Fluid Monitoring in Toddler at Risk of Hypovolemia Due to Diarrhea Dianisa Salsabila; Ayu Yuliani Sekriptini; Zaitun
Media Informasi Vol. 22 No. 1 (2026): February
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v22i1.888

Abstract

Background: Diarrhea remains a major cause of child mortality in developing countries, mainly due to fluid loss leading to hypovolemic shock. Therefore, family-based fluid monitoring is crucial to prevent complications. Objective: This study aimed to implement and describe fluid monitoring in toddlers at risk of hypovolemia due to diarrhea by highlighting the implementation, observing the outcomes, and analyzing the gaps between two subjects. Methods: This study used a descriptive comparative design by recording fluid intake-output, fluid balance, and hypovolemia signs and symptoms using Buku Pemantauan Cairan Si Kecil, a simple parent-friendly fluid monitoring booklet. Results: The results showed that the implementation led to gradual improvement, marked by reduced frequency of diarrhea and vomiting, improved vital signs, and the achievement of positive fluid balance. The subject who received more active parental support showed faster improvement by the third day, while the other subject improved by the fourth day. Factors such as the level of family involvement, recording methods, fever status, and body weight differences also influenced the outcomes. Conclusion: This study shows that intake-output recording by parents using a simple medium could facilitate a real-time hydration status monitoring. These findings strengthen the relevance of Family-Centered Care in pediatric nursing by positioning parents as collaborative partners in care delivery.